Ocid1205's Blog

Just another WordPress.com weblog

3 Tahun Disiksa Majikan di Malaysia

Rabu, 10/06/2009 16:55 WIB
3 Tahun Disiksa Majikan di Malaysia
Keluarga Siti Hajar Terbang ke Malaysia
Mansyur Hidayat – detikNews

Garut – Keluarga Siti Hajar akan segera bertolak ke Malaysia untuk melihat kondisi tenaga kerja wanita (TKW) yang dianiaya secara kejam oleh majikannya. Keluarga ingin Siti Hajar pulang dalam kondisi sehat.

Keponakan Siti Hajar, Asep (35), menyatakan keluarga yang terbang ke Malaysia diwakili kakak Siti, Ny Nanih (43). Biaya keberangkatan sepenuhnya ditanggung oleh pihak perusahaan PJTKI Mangga Dua Jakarta yang menjadi agen yang menangani Siti Hajar.

“Sekarang dari pihak perusahaan yang memberangkatkan Siti Hajar tahun 2006 lalu, masih di perjalanan menuju Limbangan, untuk menjemput Ny. Nanih pembuatan paspor di Jakarta yang selanjutnya menuju Malayasia “, ungkap Asep, kepada detikcom, Rabu (10/6/2009).

Rencananya Ny. Nanih akan memastikan kondisi luka bakar Siti Hajar akibat disiram air panas. Siti baru akan dibawa ke kampung halaman setelah sembuh. “Awalnya sehat jadi datang juga harus dalam kondisi sehat “, sesal Asep.

Siti Hajar, dianiaya oleh majikannya, seorang janda berusia 43 tahun warga Malaysia. Wanita itu pernah menyiram air panas ke tubuh Siti Hajar. Tidak hanya itu, perempuan yang memiliki dua anak itu berulang kali memukuli Siti Hajar dengan rotan dan tidak memberi makan yang layak untuk Siti Hajar.

(iy/nrl)

TKI Asal Indonesia Siti Hajar di siksa di Malaysia

TKI Asal Indonesia Siti Hajar di siksa di Malaysia

Juni 10, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Teknologi Marketing 2.0

Kasus Prita dan Teknologi Marketing 2.0
Senin, 8 Juni 2009 | 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Di dunia maya, kata kunci ”prita mulyasari” dan ”rs omni” kini sedang populer di mesin pencari. Kasus keluhan konsumen lewat e-mail pribadi itu memang memilukan yang berujung pada penahanan Prita Mulyasari. Terlepas siapa yang paling benar, dari pengalaman ini, tak ada pihak yang diuntungkan.

Prita Mulyasari (32), seperti terlihat di televisi, terguncang akibat penahanan ini. Pihak rumah sakit, di mata mesin pencari seperti Google dan Yahoo!, gugatan untuk menegakkan nama baik itu berbalik 180 derajat dari harapan.

Buka saja Google dan masukkan kata kunci ”rumah sakit omni internasional”. Hitung berapa komentar positif dan komentar negatif di situ.

Google sebagai mesin pencari favorit telah mengindeks ribuan dan mungkin nanti bisa jutaan kecaman. Tak ada harapan bisa memulihkan kecaman itu menjadi pujian. Mesin pencari akan abadi menyimpan arsip itu.

Jadi, selamat datang di dunia marketing 2.0. Kasus ini mengindikasikan, publik Indonesia ternyata melek internet dan siap menyongsong era baru. Suka atau tidak, bahasa baru marketing telah datang dan efektif bekerja.

Dimotori para netter dan anggota situs jejaring sosial, terutama Facebook, tampak nyata sifat dari marketing 2.0. Jeritan satu e-mail itu berkumandang di jutaan komentar dukungan pada Prita. RS Omni Internasional yang tak aktif di dunia jejaring sosial diasosiasikan sebagai ”orang luar”.

Teknologi marketing tak lagi menggunakan media konvensional. Marketing 2.0 justru bertumpu pada basis ”dari mulut ke mulut”.

Pemerhati marketing 2.0, Paul Beelen (www.paulbeelen.com), mengingatkan, tradisi word of mouth ini lebih berkuasa karena didukung para netter.

Mulut yang dimaksud adalah teknologi web atau menurut istilah pakar internet, Tim O’Reilly, sebagai web 2.0 yang merupakan generasi terbaru teknologi web interaktif seperti situs jejaring sosial, blog, RSS, dan lain-lain.

Kini, paradigma baru bukan lagi publikasi dari perusahaan, melainkan partisipasi publik. Jutaan orang merelakan waktu berjam-jam nongkrong di situs jejaring sosial untuk berbagi.

Data Nielsen NetView April 2009 menyebutkan, waktu yang dibutuhkan bersosialisasi di jejaring sosial nomor satu, Facebook, naik 700 persen dibandingkan dengan April tahun lalu. Twitter yang tahun lalu traffic-nya nomor lima setelah Facebook, MySpace, Blogger, dan Tagged, waktu yang dihabiskan user naik fantastis 3.712 persen daripada tahun lalu.

Ruang ”web”

Marketing 2.0 tak lagi menonjolkan iklan konvensional di publicsphere yang strategis, melainkan penetrasi websphere pada situs web dengan traffic tinggi. Tak hanya mengandalkan pembuat naskah iklan, melainkan pakar-pakar SEO atau Search Engine Optimization ulung.

Ahli marketing 2.0, Don Thorson, lewat situs donthorson.com menekankan materi iklan tak lagi sentralistik dari manajemen yang disaring humas ke konsumen. Materi marketing 2.0 beragam, bisa berasal dari siapa pun.

Humas tak punya kontrol atas iklan yang beredar. Memilukan jika sampai ada materi buruk beredar. Namun, begitulah semangat berbagi, mereka akan membicarakan baik-buruknya layanan produk yang ada.

Di era marketing 2.0, perusahaan tak bisa menghentikan konsumen membicarakan produknya. Menyakitkan memang, tetapi justru dari sini banyak peluang terbentang.

Jika mau berpartisipasi, strategi ini bisa mudah digunakan. Pesan bisa tersebar layaknya virus, inilah viral marketing yang telah membuat banyak perusahaan melek internet berjaya.

Lari ke internet

Sejak dulu para netter punya tradisi berbagi pengalaman pribadi atau mengulas produk. Ulasan atau komentar positif memang diyakini lebih efektif daripada iklan komersial.

Banyak orang terbantu dengan tulisan atau review orang lain. Membaca komentar orang lain sebelum membeli laptop kini sudah menjadi kebiasaan kita.

Orang-orang juga lari ke internet mencari segala sesuatu, misal terkait kesehatan. Konsumen makin pintar dan punya informasi yang dia peroleh dari membaca ulasan orang lain.

Jika komunikasi dokter bermasalah, ini bisa memicu iklan buruk dan siap-siap saja menuai komentar negatif.

Yakinlah, gugatan terhadap komentar negatif tak akan efektif memadamkan ”bola api liar” di internet.

Lalu, apa solusinya? Tak ada cara lain kecuali dengarkan dan berkomunikasilah. Bagaimana jika tak berhasil? Ingat kata dokter: lipat gandakan dosisnya.

Amir SodikinFacebook

Juni 8, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Prita vs RS Omni, Sebuah Contoh Bunuh Diri Sosial

Published by Mr Asbun at 10:59 under Tak Berkategori

Dalam kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Intl tampak sekali bahwa apa yang dilakukan RS Omni telah melanggar kesetimbangan “Bargaining Position” atau “Posisi Tawar”. Hubungan antara Rumah Sakit dan Pasien seharusnya merupakan hubungan antara yang memberikan pelayanan dan yang dilayani. Rumah Sakit memberikan pelayanan lalu Pasien membayar sejumlah uang untuk pelayanan yang didapatnya. Jadi untuk hidup sebuah Rumah Sakit membutuhkan Pasien. Sangat jelas bahwa Pasien memegang Bargaining Position yang lebih tinggi daripada Rumah Sakit.

Institusi-institusi pelayanan dalam era kompetisi yang ketat sekarang ini berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. Hotel, restoran, bank bahkan sering menempatkan karyawan yang tugasnya khusus membukakan pintu dan menyapa pelanggan yang datang. Apakah ini mereka lakukan karena mereka memang benar-benar menghormati orang yang masuk pintu mereka ? Sepertinya bukan begitu, mereka melakukan itu supaya para pelanggan ini membeli pelayanan mereka, dan terus kembali untuk membeli. Dan efek yang diharapkan lainnya adalah para pelanggan ini memberi tahu lingkungannya betapa bagus pelayanan yang diberikan sehingga menambah pelanggan baru bagi institusi yang bersangkutan.

Sebenarnya langkah RS Omni Intl untuk menuntut Prita terlihat ganjil, sepertinya RS Omni tidak paham hubungan antara sebuah Rumah Sakit dan Pasiennya. Ketika mendapati email Prita yang tersebar luas RS Omni seharusnya segera menghubungi Prita, mendengarkan komplainnya, dan memperbaiki pelayanannya bila memang ada kesalahan yang dilakukan RS Omni. Kalau memang RS Omni merasa tidak bersalah mereka bisa dengan baik-baik menjelaskan apa yang dikeluhkan Prita. Kemudian bila keluhan bisa diatasi, RS Omni bisa meminta Prita untuk membuat email tentang bagaimana profesionalnya RS Omni dalam menanggapi komplainnya. Bila ini dilakukan maka publik akan melihat bahwa RS Omni adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan yang bagus, dan akan membeli jasa Rumah Sakit itu ketika membutuhkan.

Tapi dengan menuntut Prita seperti yang dilakukan sekarang apa yang akan didapat RS Omni ? Terlepas dari apakah email yang disebarkan Prita itu benar atau tidak, publik sudah terlanjur tidak bersimpati pada RS Omni. Yang dicatat di memori publik tentang RS Omni adalah : Rumah Sakit yang memberikan pelayanan buruk, dan akan memperkarakan pasiennya yang berani komplain karena pelayanan buruk tersebut. Siapa yang mau masuk ke Rumah Sakit seperti itu ?

Ditambah lagi kejadian ini berlangsung pada masa kampanye pilpres. Para capres berlomba-lomba menunjukkan simpati pada Prita, hal ini secara tidak langsung menunjuk RS Omni adalah pihak yang bersalah. Seluruh media memberitakan kasus ini dengan tema seorang ibu rumah tangga sederhana diperlakukan sewenang-wenang oleh sebuah Rumah Sakit. Bagi sebuah Rumah Sakit tidak ada publikasi yang lebih buruk dari itu.

Ada sebagian pihak yang menyatakan bahwa RS Omni itu arogan, tapi barangkali yang lebih tepat istilah bagi tindakan RS Omni ini adalah “naif” dan “lugu”. Sebuah contoh bunuh diri sosial yang perlu dijadikan pelajaran bagi semua institusi pelayanan, agar tidak cepat gulung tikar karena ditinggal pelanggan.

276 Responses to “Prita vs RS Omni, Sebuah Contoh Bunuh Diri Sosial”

1.
# buyung kiuon 04 Jun 2009 at 11:50

Sebuah analisa yang brilian (karena sama ama yang di kepala aku :-))
2.
# donyon 04 Jun 2009 at 11:55

Wow. Your last paragraph is without a doubt pictures everything.
I bet NO ONE will ever come to that stupid hospital anymore. And it will take decades for them to rebuild the reputation. What a suicidal move.
3.
# bijeon 04 Jun 2009 at 11:59

sip, kalau menurut aku harus di tutup, dan prita minta ganti rugi juga, lebih besar, seperti kasus red camel di amerika
4.
# Asyiroon 04 Jun 2009 at 12:01

Yeah, kita sulit mengatakan yg sebaiknya tidak perlu kita katakan,yakni: Hendaknya Kemanusiaan Dijadikan Nilai, jangan segi bisnisnya saja. Bukankah Perikemanusiaan ada dlm Pancasila?
5.
# rianon 04 Jun 2009 at 12:02

sip analisanya; klo sudah begini sangat susah ato mustahil mengembalikan nama baik institusi pelayanan malah bisa2 bangkrut; kata orang-lebih susah bangun nama baik di banding bangun jembatan; viva ibu prita
6.
# liaon 04 Jun 2009 at 12:03

wow, good blog. Inilah cerminan pelayanan diindonesia.
7.
# rezaon 04 Jun 2009 at 12:05

Yang pasti sih orang akan takut untuk datang kesana….. pasien bayar tapi ga dapet haknya… komplain malah dituntut…….

bener2 bunuh diri sosial….. kita lihat itu omni bisa bertahan berapa lama
8.
# heson 04 Jun 2009 at 12:09

Saya setuju. Langkah yang diambil RS Omni sangat tidak bijak untuk sebuah instansi publik..
9.
# rice2goldon 04 Jun 2009 at 12:10

saya termasuk korban dari rumah sakit yang tidak “mencerdaskan” pasiennya…..
10.
# titipon 04 Jun 2009 at 12:14

Alhamudillah skrng Ibu Prita telah kembali ke pelukan anak2nya yg msh kecil2.R.S. Omni perlu dikasih pelajaran biar gak bertindak seenaknya dan hanya mementingkan bisnis saja.
11.
# kevinicaon 04 Jun 2009 at 12:20

saya TIDAK AKAN menggunakan rs omni alam sutra… takut dehhhhhhhh….
12.
# resahon 04 Jun 2009 at 12:27

sutuju banget ..!! rumah sakit sekarang kebanyakan melayani uda gak pake hati nurani ! hope they got their lesson this time !
13.
# warmon 04 Jun 2009 at 12:28

RS dudul !
14.
# Dinaon 04 Jun 2009 at 12:28

Sepakat dengan opini Anda. Menuntut Prita dengan alasan pencemaran nama baik justru menjadi blunder bagi RS Omni Internasional: jika “pencemaran nama baik” tadinya hanya beredar di milist2, saat ini kasusnya justru terekspos besar-besaran di berbagai media. Nama baik RS Omni Internasional: ke laut aja deh. Enough said.
15.
# aguson 04 Jun 2009 at 12:30

Lebih baik ke Puskesmas aja, udah Gratis, kagak pakai acara gugat menggugat..soalnya ibu2 disana kagak punya email…
apa lagi blog he he he
16.
# cheroon 04 Jun 2009 at 12:34

betul mas, benerna bukan semuanya salah RS OMNI atau prita, tapi ini ada kesalahan lemahnya undang undang negara ini. terlalu ribet dan malah menyampingkan apa yang sbenernya menjadi tujuan di buatnya undang undang itu sendiri, yaitu keadilan mas. keadilan bagi semua orang, dan saya ngak ngelihat itu di kasus ini. undang undang ini malah menjadi sesuatu yang ditakuti masyarakat, bukan menjadi pelindung hak menjadi warga negara
17.
# pilon 04 Jun 2009 at 12:36

lebih baik kita konsen ke kasus gini daripada manohara..hidup prita
18.
# hweheheon 04 Jun 2009 at 12:38

yah mg2 prita bebas………
dengan berita ini jadi menambah keburukan citra status RS omni…..

semoga yang ingin berobat berhati2lah pada rumah sakit manapun. blum tentu RS besar dan terkenal menjadi jaminan kenyamanan berobat…..
dan lagi2 ketidak berdayaan orang kecil di indonesia…..

hhehe…..
19.
# cute3xon 04 Jun 2009 at 12:43

jangan lupa, walaupun dah bisa ktemu keluarga, posisi bu prita belum aman karena status masih terdakwa tahanan kota
20.
# expion 04 Jun 2009 at 12:56

Ayo kita beri dukungan buat Bu Prita
21.
# Husna Azizahon 04 Jun 2009 at 12:57

Berdoa saja semoga kebenaran cepat terungkap
22.
# andion 04 Jun 2009 at 12:58

berarti rame-rame kita rekomendasikan ke keluarga, sahabat, teman, kenalan kalau berobat jangan ke RS Omni Internasional Alam Sutra……… takut deh……..
23.
# kolegaon 04 Jun 2009 at 12:59

EMAIL adalah suatu surat pribadi dan memiliki sifat pribadi, jadi bukan untuk konsumsi umum.
Heran sekali suatu tuntutan PENCEMARAN NAMA BAIK didasarkan atas suatu surat yang PRIBADI.
Hal ini bisa diasumsikan seseorang yang membuat surat tertulis kepada teman baiknya mencurahkan keluhan dan rasa kesalnya. Karena kejadian tertentu surat tersebut tersebar entah dari mana asalnya sehingga diketahui umum. Apakah hal ini disebut sebagai PENCEMARAN NAMA BAIK?????.

Oh kasihan sekali kalau demikian, kita akan balik ke jaman SILENT IS GOLDEN atau diam itu emas, bukan jaman DEMOKRASI .
Penahanan Ibu yang mempunyai 2 anak tanpa diberi kesempatan membela diri adalah suatu pelanggaran Hak azasi yang semena-mena dan tidak mempertimbangkan azas kemanusiaan dan tidak sesuai dengan sila ke 2 PANCASILA.

Kenapa harus seperti kebakaran jenggot menganggap PENCEMARAN NAMA BAIK, dengan menangkap dan memenjarakan seorang Ibu yang tidak berdaya, melarikan diripun tidak, merusakpun tidak. Terlebih lagi didasarkan atas —————-SURAT PRIBADI—————–
BUKAN tulisan umum.

Bukankah ini mencerminkan suatu sifat AROGAN yang tidak seharusnya.
Apakah Pelayanan publik seperti ini masih harus dipertahankan atau DITUTUP Saja.

Prita teruslah bertahan Tuhan Bersertamu. Teruskan Perjuanganmu.

Salam
24.
# abadon 04 Jun 2009 at 13:03

yang perlu diperiksa jaksanya tuh kelihatanya jaksanya ada main mata dengan RS omni tersebut,hal yang aneh pembeli jasa kok dipenjarakan,kecuali bu pritanya kagak bayar jasa RS tersebut baru depenjarakan,kan hal yang lumrah pembeli mengomentari barang/jasa yang mau dibeli
25.
# fauzanon 04 Jun 2009 at 13:03

Kasihan bu Prita ya..!!!?? Ayo galang dukungan untuk bu Prita.jika perlu membangun komunitas untuk membantu bu Prita- bu Prita yang lain.
26.
# reyshapashaon 04 Jun 2009 at 13:04

Kasus yang menarik, walaupun untuk ikut didalamnya sama sekali tidak tertarik. siapa siy yang mau masuk bui hanya karena email pribadi yang dikirim mendapat respon yang sangat reaktif kek gini.

Entah kesalahn undang-undang atau menyalahgunakan jabatan, yang pasti kasus ini menjadi menarik untuk ditelusuri.
Agar kedepannya pasien mendapat perlindungan, sebagai konsumen.

Terlepas dari opini publik, alangkah baiknya jika kita juga memikirkan jika RS sampai ditutup bukankah malah menambah beban bagi sebagian masyarakat yang lain. Secara RS besar memperkerjakan tenaga kerja yang lumayan banyak. Jika sampai ditutup mereka mau bekerja dimana?
Saran saya hendaknya pihak yang bersengkat saja yang menyelesaikan.
(ibu prita Vs dokter yanng menangganinya) RS harusnya mendapat teguran untuk memperbaiki kinerja dimasa mendatang.

Mohon maaf dan terima kasih.
27.
# Mohamad Toyaron 04 Jun 2009 at 13:05

Itu jaksa cpat sekali bertindak dan langsung prita masuk tahanan. Beapa akrab hubungan jaksa dengan rs Omni. Kalo udah begitu orang takut masuk rs omni, salah2 masuk penjara.
28.
# denion 04 Jun 2009 at 13:11

gw setuju dgn analisis d atas… justru pihak RS.OMNI sendiri yg membuat nama jeleknya makin menyebar luas di masyarakat.. gw ga mo comment terlalu frontal ah,,nanti malah ikut2an dituntut lg..hehehe
29.
# TJon 04 Jun 2009 at 13:16

SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGIJAKANc KAKI SAYA KE RS. OMNI UNTUK BOEROBAT !!!!

jauh sih….dari depok !

OMNI = MALES BANGET…
30.
# om_DDon 04 Jun 2009 at 13:20

ke Omni, No Way-lah, takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut……………….
31.
# Harimau Sumatraon 04 Jun 2009 at 13:29

Dari sudut pandang ilmu marketing apa yang dilakukan RS OI betul-betul tolol dan goblok, apakah RS tsb tidak mempunyai staf public relation yang berfungsi sebagai humas dan pemberi informasi kepada masyarakat? Terus terang saya curiga pihak RS tersebut telah memberikan sejumlah rupiah kepada oknum aparat agar ibu Prita dimasukan penjara, dengan harapan tidak ada orang lain yang akan berani mengkritik seperti Ibu Prita. Nah disinilan letak ketololan manajemen RS tersebut!!! Saat ini simpati yang terbangun (saya yakin 90 % lebih mendukung Ibu Prita) kepada Ibu Prita akan berubah menjadi bumerang yang malah akan menghancurkan nama baik RS itu sendiri. Pasien akan berpikir berkali-kali sebelum menggunakan jasa RS tersebut. Bagi manajemen perusahaan lain, jangan sampai meniru ketololan RS tersebut!!!
32.
# venuson 04 Jun 2009 at 13:30

banyak rumah sakit yang memberikan pelayanan ga bagus…
33.
# susion 04 Jun 2009 at 13:33

benar sekali analisisnya…..
saya tunggu gedung Omni sekarang berubah jadi mall baru di serpong ! .. jangan lama-lama ya..pengen buka toko nih
34.
# dadadedadeon 04 Jun 2009 at 13:35

RS OMNI (only money, no interest) pada pasien….. blacklist sampai 7 turunan….
35.
# Jarin P.on 04 Jun 2009 at 13:38

makanya kata “rumah sakit” mungkin lebih baik diganti dengan “yayasan kesehatan” atau “balai pengobatan” atau “pusat kesehatan”, jadi masuk ke sana jadi sehat, bukan malah tambah sakit. dokter memang hidup dari menyembuhkan orang sakit, tapi tidak sedikit yang hidup dari orang sakit, kalau tidak ada orang sakit dokter tidak hidup, sama dengan penjual peti mati yang hidup dari orang mati.
36.
# lischantikon 04 Jun 2009 at 13:39

Dengan adanya kasus ini semoga RS2 lainnya berbenah diri. Prita bukan penjahat jadi tak seharusnya dituntut
37.
# bayu.anon 04 Jun 2009 at 13:41

RS.OMNI bukan lugu tapi bodoh…
bagian marketing-nya harus baca buku marketing horizontal dulu sepertinya…gak sadar klo mereka sedang menggali kuburan sendiri…:)
38.
# primaon 04 Jun 2009 at 13:43

Mungkin management dari RS Omni dapat juga memeriksa kuasa hukum nya, Seharus nya khan kuasa hukum dapat memberikan masukan2x kepada client nya mana yang bisa di tuntut secara hukum dan mana yang tidak bisa. Jangan manut tok. RS Omni mesti belajar cara “damage control” yang baik bukan dengan cara serampangan seperti ini. Kasus ini seumpama membunuh tikus pakai bom. alias celaka sendiri.
39.
# booker_Jon 04 Jun 2009 at 13:45

opini yang mantab…
saya sangat setuju, rumah sakit adalah tempat pelayanan yang harusnya memberikan pelayanan kpd masyarakat dan masyarakat memberikan imbalan atas pelayanan tersebut, bukannya memenjarakan pasiennya,….saya dukung prita…
RS OMNI INTERNATIONAL telah mencoreng dunia kedokteran di Indonesia ataupun international.
40.
# TeBeon 04 Jun 2009 at 13:47

Wualahhhh……rekkkk???
HAri gini ….”Pencemaran Nama Baik” di rusak dengan hak pasien….mau kemana kita mengadu kalau pihakRS pelayananx buruk….Tapi dengan kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh RS agar bis lebih profesional dan care terhadap Customer….
Hiduuupppp Bu Prita….
_Semangat Bu_…………………
41.
# heroon 04 Jun 2009 at 13:47

Hanya gara-gara secarik kertas yang seharusnya diberika ke pasien malah itu membunuh aktivitas seluruh rumah sakit. Dengan kejadian seperti ini hampir sulit rasanya orang mau berobat ke rumah sakit Omni International.. Perlu segera disahkan RUU untuk pelayanan Rumah Sakit dan Pasien.. Inilah potret kehidupan negara kita, disaat orang komplain karena tidak mendapatkan haknya malah dipenjarakan, dan masih disidang pula setelah dibebaskan. Sekarang untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak baik dan merugikan masyarakat tidak dapat diperkarakan.. mari para pengacara terbaik Indonesia, buktikan kalau anda masih memiliki hati nurani untuk membela orang yang terinjak2 oleh orang2 yang sok merasa kuat.. Terkadang beberapa dokter pun seringkali sombong dan tidak perduli dengan kondisi pasien. Pasien itu orang awam, dan tidak terlalu paham tetapi seringkali jawabannya ketus apabila pasien sudah cari tahu tentang penyakit yang dideritanya atau alternatif pengobantannya.. Mentang2 semua orang bergantung dengan yang namanya dokter.. Seringkali orang yang berobat ke rumah sakit bukan menjadi beres, malah terkadang ada aja tambahan sakit sana-sini..
42.
# Segawonon 04 Jun 2009 at 13:49

Kasihan ya karyawan OMNI, sebentar lagi mereka akan banyak yang menganggur.
43.
# crocon 04 Jun 2009 at 13:53

Omni goblok dan tolol

polisi = ????
44.
# blogeron 04 Jun 2009 at 13:55

Bloger2 bikin spanduk yuk….boikot RS OMNI….ntar pasang di jalan protokol…sapa mau koordinir…
45.
# wandaon 04 Jun 2009 at 13:55

Bukankah negara kita bebas berpendapat…salahkah bila kita mengeluhkan suatu pelayanan yang kurang bagus.
46.
# amfion 04 Jun 2009 at 13:55

Yg paling mungkin dilakukan RS. Omni adalah segera ganti nama dan operasi plastik.. supaya tidak ada lagi yang mengenali identitasnya.. atau siap2 gulung tikar
47.
# deddyon 04 Jun 2009 at 13:56

Saya rasa, RS Omni merasa Omni-Power dan Omni-Potent.

Tapi rasanya, RS itu sebenarnya IMPOTENT !!!
48.
# tioon 04 Jun 2009 at 13:56

itu bukti bhwa siapa yang punya duit banyak dengan seenaknya menindas wong cilik..dan ini sebuah contoh kongkrit….menurut saya yang perlu diselidiki adalah lembaga hukum yang dengan seenaknya mempidanakan mbak prita…dari sini jelas ada ‘main’ antara pihak RS OMNI dengan Oknum yang nakal…semoga siapapun pimpinan kita nanti bisa belajar dari masalah ini dengan mengedepankan keadilan dan kemanusiaan…………
49.
# chairulsjah sjahruddinon 04 Jun 2009 at 13:58

rumah sakit merupakan institusi profesional yang komplex, oleh karena itu upaya pelayanan jasa kesehatan yang di selenggarakan harus menempatkan upaya pelayanan yg profeional, baik oleh dokter, karyawan non medis dan manjemen harus berbasis profesionalisme.
profesionalisme dokter dan institusi manajemen rs yang paling mendasar adalah
– senantiasa berbuat baik
– tidak merugikan
– menghargai hak otonomi pasien
– adil dan patut dalam menyelenggarakan pelayanan.
kalau ada peenerapan tata kelola rumah sakit yang berbasis pada
– safety
– timeliness
– efficient
– effective
– patient -centredness
– accessability
saya yakin peristiwa yang terjadi ini pasti dapat diselesaikan secara baik.

hal yang paling mendasar dalam pelayanan jasa rumah sakit adalah bagaimana dokter dan manajemen rs membangun ” TRUST “
50.
# iwanon 04 Jun 2009 at 14:02

Kalau sampai RS OMNI Bangkrut (karena ditinggalkan calon pasien) jangan salahkan ibu Prita karena RS OMNI (tepatnya kuasa hukum) yang menggali kubur sendiri…
51.
# nurulon 04 Jun 2009 at 14:04

wah-wah….coba saja tindakan jaksa dan aparat tersebut dilakukan dengan KORUPTOR pasti pada ga ada yang korupsi ya….saya pribadi “ra sudi” ke RS OMNI ( Organisasi Musyrik Najis Iblis)
52.
# sienh_58on 04 Jun 2009 at 14:04

Pasien yg berobat memang dalam posisi membutuhkan (dalam hal kesembuhan) namun demikian dokter2 yang merawat harus bisa menjalankan tugasnya secara professional.
Jangan sok penting karena pasien juga berhap mendapatkan pelayanan dan informasi yang layak terhadap penyakit yang sedang berusaha disembuhkan karena itu pasien akan bayar biaya pengobatannya.
Untuk sebagian orang profesi dokter adalah profesi yang wah atau keren, tp kl pembawaannya yg sok penting dan mengabaikan etika kedokteran dan hak2 pasien maka siap-siaplah terjadi kasus seperti bu prita ini.
Saya yakin kasus seperti ini tidak terjadi di RS Omni saja mungkin di RS lainnya juga ada.
53.
# Masgemblungon 04 Jun 2009 at 14:09

Lho…lho… lha kok pada ngomel saja ya…… mbak Prita sekarang sedang dituntut pidana dan digugat perdata oleh si Omni agar bayar ganti rugi milyaran rupiah… ayo kita kumpulin uang biar seribu2 kita bisa bantu meringankan beban dia toh? Si Omni itu memang jauh lebih kaya dari mbak Prita makanya dia ingin tunjukin dirinya itu siapa …. “Jangan sekali-kali melawan gue…lu rasain akibatnya … masuk bui, gue tuntut sampai betul-betul miskin lu…dengan duit gue yang tak terhitung ini … apa pun gue bisa lakukan…”
Tapi ada yang lebih menyedihkan lagi, jaksa penuntutnya yang urusin perkara dia itu ….perempuan lho. Lha kok sama-sama perempuan bisa setega itu menjebloskan mbak Prita ke penjara. Sementara dia punya anak yg masih nenen ibunya. Aduuuuuuuuh ampuuuuuun duh Gustiiiiiii……………..
54.
# mazon 04 Jun 2009 at 14:18

Jangan jangan begitu RS ini bangkrut, dia akan menuntut kuasa hukumnya, dengan dalih pembelaan kurang profesional sehingga menjadi black campign, dan membangkrutkan RS.

aya aya wae and arogan kali nich rs
55.
# nicoleon 04 Jun 2009 at 14:18

pemikiran yang bagus.. sebenernya kalo seluruh masyarakat mau jujur pasti kita semua akan setuju kasus yang dialami oleh prita bukan hal yang aneh, justru sering terjadi.. hanya mungkin prita yang sedang ketiban sial..

disetiap sudut atau dimanapun pasti setiap detiknya ada saja yang sedang mengeluh atas pelayanan RS yang yang ada di Indonesia, walaupun tidak sedikit juga yang merasa puas.

saya adalah salah satu orang yang sering merasakan buruknya pelayanan RS, bukan hanya 1 RS.. tetapi justru saya akan merasa salut jika ada rs yang mau menerima kritikan dengan lapang dada, dan langsung bertindak baik itu benar atau tidak komplain dari pasien.. karena sebenernya sangat jarang orang mau dengan sengaja melakukan komplain kalau dia memang tidak dilayanin dngan baik, tapi yang banyak justru jarang orang berani melakukan komplain atau malas karena merasa percuma toh tidak akan ditanggapi..

jikalau prita tidak bebas..mati sudah hukum dan kebenaran yang ada Indonesia..
mungkin ekstrimnya saya tidak akan memilih ulang presiden yang sedang menjabat
56.
# jendrion 04 Jun 2009 at 14:21

pemikiran yan sempit dari rumah sakit…ingin mematikan kreatifitas para blogger…kapan sih masyarakat pebisnis mau membuka pikiran mereka untuk konsumen dalam menyampaikan keluhan….
57.
# cenaryon 04 Jun 2009 at 14:34

Kita ikuti berita selanjutnya tentang persidangan kasus Prita ini.
58.
# joekaron 04 Jun 2009 at 14:36

OMNI sudah salah langkah dan strategi………………..siap2 terima akibatnya……………..
59.
# Sari Davidon 04 Jun 2009 at 14:45

Ke laut aja deh tuh rumah sakit, jujur belum lama ini sempet berencana mau berobat dan akan memilih tempat untuk melahirkan disana karena ga jauh dari rumah dan ada tulisan “OMNI INTERNASIONAL” gtoh, tapi ngeliat kejadian ini amit-amit 7 turunan 8 tanjakan deh buat berobat kesitu, kita liat aja kapan collapsenya tuh rumah sakit. Jangan tanggung2 dong ga liat apa udah banyak sekali protes dan hujatan untuk OMNI, kalau mau tuntut pencemaran nama baik jangan email curhat bu prita aja, sekalian aja tuntut jutaan orang yang menghujat OMNI dan pro ke Bu prita, biar bangkrut aja sekalian tuh OMNI karenagunain uangnya untuk bayar orang untuk nangkep jutaan orang pro bu prita. sanggup ga?????????? please deh, secara tuh rumah sakit ga rame2 amat kok pasiennya
60.
# kelikyogyaon 04 Jun 2009 at 14:53

takut komentar ………….
Takut dipenjara juga.
Yang pasti kalau ke RS OMNI INT ..enggak deeh!
61.
# zicoevooon 04 Jun 2009 at 15:03

dokter-dokter RS di Indonesia jaman sekarang sudah kayak anjing semua!!!

nglayanin gak becus, tarifnya mahal, tapi masih tetep aja ngrasa paling pinter
62.
# litaon 04 Jun 2009 at 15:04

Yup..saya setuju.!! Udah saatnya kita sebagai “KONSUMEN” untuk bisa “KRITIS” terhadap “PELAYANAN” ataupun “JASA2″ yang “MERUGIKAN” kita sebagai konsumen. Kita punya “HAK” karena kita “MEMBAYAR”. dan sudah saatnya juga Kita bisa memperjuangkan “HAK2″ Kita sebagai konsumen dari org2 yang hanya cari “KEUNTUNGAN” semata. Ayo bentuk ‘MASYARAKAT YANG BIJAK” dalam memilih produk dan jasa2 yang ditawarkan, termasuk “PELAYANAN KESEHATAN”. Karena ini menyangkut “HIDUP” dan “NYAWA” kita. Salah “DIAGNOSA” sekali saja, taruhan “NYAWA” SEUMUR HIDUP. Menurut “PENDAPAT SAYA” RS. OMNI begitu “AROGAN” dan “BERLEBIHAN” dalam menanggapi “CURHAT” ibu Prita. Pada dasarnya “KONSUMEN” tidak suka dengan “PELAYANAN & JASA2″ yang “AGRESIF” dalam melayani “KELUHAN” konsumen.
63.
# RSuedanon 04 Jun 2009 at 15:06

Menurut penerawangan ki mangun karso dalam kitabnya prabuhosodowicaksono rumah sakit aneh ini akan segera bangkrut ,, maka disarankan bagi para karywannya untuk mencari job lain segera….
64.
# dexyaon 04 Jun 2009 at 15:16

SUDAH BAYAR DIPERLAKUKAN TIDAK ENAK DIPENJARA LAGI……..
ADA YANG MAU NYUSUL ……….
65.
# Matajelion 04 Jun 2009 at 15:17

Bagaimana dengan jaksa dan polisi nya yang ‘berhasil” menjebloskan Ibu beranak dua ini ?
Kita tunggu saja bagaimana hasil pemeriksaan team KEJAGUNG dan POLRI/POLDA memeriksa bawahannya. Dan bagaimana SBY (sebagai atasan kedua institusi tsb, dan sekaligus CaPres) akan bertindak terhadap subordinates nya. Tegas ? Peragu ? Safe play ? Wait & c in the couple days.
66.
# kangdirwoon 04 Jun 2009 at 15:25

Analisis yang tepat untuk menyikapi suatu aroganisme. Tentu masih banyak “prita-prita” lain di negara kita. Karena banyak yang tidak bisa menggunakan teknologi ini sehingga tidak mengakomodir keluh kesah mereka. Mulai sekarang jangan takut untuk menyampaikan sebuah hak keadilan. Semoga institusi pelayanan tidak hanya RS perlu mawas diri dan berlapang dada untuk lebih mematangkan pelayanan terhadap rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat tidak mampu pada khususnya.
67.
# bundanya anak2on 04 Jun 2009 at 15:27

Kalo mau mengeluarkan uneg – uneg seperti mbak Prita saja sampai di penjara, terus bagaimana kita menyampaikan ketidakpuasan dari pelayanan yang kita dapat (khususnya RS).
Saya pribadi sering sekali mendapatkan pengalaman yang menyebalkan dari RS, dari mulai diagnosa yang ngawur, obat2an yang diberikan tidak masuk akal, sampai kwitansi yang ngawur. Tapi, untuk komplain ke RS, malas…. Karena yang terjadi adalah tidak pernah di gubris. Karena pernah suatu hari, saya menanyakan kepada seorang dokter, beliau malah menjawab dengan ketus pertanyaan saya, yang kalo diartikan secara sederhana adalah ” udahlah diem aja loe, nurut aja ma gue, loe tau apa siy…???”. Menyebalkan bukan?

Saya salut banget dengan mbak Prita, saya doa kan semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu,mbak… ( karena Allah maha tau dan tidak pernah tidur)

Untuk RS OMNI, no way…. I will never ever come to you…!!!! Mendingan gue berobat ke puskesmas deket rumah gue….!!!!
68.
# Si Kodehelon 04 Jun 2009 at 15:36

Hati -hati dirawat di RS Omni, keluar Rumah Sakit langsung masuk Penjara.

Hiiiii…………………………iiiyyyyyyyy
69.
# Pangkyon 04 Jun 2009 at 15:43

Ambil Pelajaran Bagi kita konsumen harus selalu kritis melihat bukti test labaoratorium sebelum memutuskan mau rawat inap, kalo perlu test di RS lainnya dulu…bagi Rumah sakit lainnya bebenah deh….pernah ada lho satu suntik ampul satu JUTA Rp bo…pdhal berapa kali suntik…kali berapa pasien..pantes…pasti buat bayar utang pendirian Gedung tuh….pasien jadi sapi perahnya..
70.
# SarangKoetoe™on 04 Jun 2009 at 15:44

kita boikot saja RS OMNI…!!

*sebarkan banner boikot (ada di SarangKoetoe™)
71.
# titaziekon 04 Jun 2009 at 15:51

dokter juga manusia. . . . .
72.
# ariefon 04 Jun 2009 at 15:52

prihatin dengan kasus ini …
betapa susahnya … menyuarakan kekecewaan … menerima dakwaan …

hikmah yang bisa kuambil ….
berhati-hati dalam menyuarakan … agar tidak terjebak dalam … you know ..

dan mulai belajar mengerti mengenai penyakit dan tindakan pengobatan … secara garis besar saja ..
agar kita tidak mengalami .. you know …

oh dunia kita .. tempat yang penuh dengan pelajaran berharga …
73.
# Jimon 04 Jun 2009 at 15:56

Di facebook ada group ‘Say No to RS. Omni Tangerang’. Udah join belum ?
74.
# belajarngeblogon 04 Jun 2009 at 15:59

Om..ni..Om..ni..:)
75.
# chikovon 04 Jun 2009 at 16:06

Wahai para dokter dan rumah sakit, janganlah hanya duit yang kaupikirkan. Tanpa pasien, apalah artinya dokter dan rumah sakit? Sudah sakit, biaya mahal, apa yang didapat ? Biaya mahal, dan bahkan penjara? Wahai para dokter dan rumah sakit, janganlah kau dzolimi pasien yang sudah tidak berdaya. Berbuatlah baiklah, pasti Allah akan membalasmu.
76.
# manoon 04 Jun 2009 at 16:14

AWAS 3 DOKTER YG SALAH DIAGNOSA ITU PENYEBABNYA , stelah RS Omni tdk laku akibat kasus ini, DOKTER tsb bisa saja PINDAH KERJA KE RUMAH SAKIT LAIN. NAMA NAMA DOKTERNYA YG HARUS DIINGAT PUBLIC !!!!
77.
# pepion 04 Jun 2009 at 16:21

ada beberapa hal harus dipatuhi oleh penjual jasa, yaitu :

1. jangan pernah argumen degan customer, jika anda menang anda akan kehilangan customer, jika anda kalah, anda akan malu dan kehilangan customer.
2. Positioning adalah janji, janji harus ditepati jika tidak ditepati maka market akan escape…jika kita put our positioning ” we care more ” maka hal ini harus benar2 ditepati.
3. membangun brand image butuh perjuangan, waktu dan dana yg tdak sdikit jika brand kita rusak maka yg hrus dilakukan adlah : rebranding, repositioning, PR campaign, penetration, dll dan itu butuh biaya.
78.
# dietaon 04 Jun 2009 at 16:23

hahhah,,,
iya niyh salah bgt RS. OMNI, harusnya kalo berani beri klarifikasi tentang pelayanannya yang tidak memuaskan, jangan lantas malah menjebloskan orang. Malah dengan cara seperti itu menambah buruk citra pelayanan RS.OMNI….ckckckck. Makanya kalau mau ambil keputusan yaa mbok dipikirin matang-matang.Jangan gegabah langsung tuntut aja.
79.
# trion 04 Jun 2009 at 16:25

wah analisanya bagus aku suka analisa nya.. cocok.. omni mau bunuh diri.
masak esensial rumah sakit sudah di bolak blik jadi rumah bikin sakit.. apa gak mbilung itu
80.
# amion 04 Jun 2009 at 16:27

tulisan yang bagus.., setuju juga ma chero, undang-undang kita juga yang ribet, malah jadi nakutin masyarakat bukannya melindungi
81.
# andy ruswinon 04 Jun 2009 at 16:32

Bener tuh RS OMNI kebelinger kale… Wong komplain kok malah diperjarakan… memangnya gak ada musyawarah atas mufakat kale ye…
82.
# Ona OMNion 04 Jun 2009 at 16:36

Kembalikan kedaulatan RAKYAT….Tutup si OMNY…dan ga usah berobat lagi ke sana, kan masih banyak tempat berobat yang lain….dan bagi RS. yang lain tunjukan service mu…kami akan loyal berobat ke RS mu…..
83.
# ellaon 04 Jun 2009 at 16:44

nuntut 1 milyaaar…………??? ngga’ kurang tuh……….

udah bangkrut kali……………. pake acara nuntut ibu rumah tangga segala……….

liat liat dong klo mau duit…..!!!!!
84.
# Kayin Fauzion 04 Jun 2009 at 17:01

Semoga semua kebohongan segera terkuak.

Ikut sedih dan kasihan terhadap karyawan maupun ex-karyawan (Ntar lagi) Rs OMNI. Mereka akan menjadi cibiran tetangga, teman maupun calon tempat kerja yang baru.

Karena kesalahan humas OMNI dan beberapa dokter disana, karyawan yang lain juga akan kena getahnya.

Hidup JBI (Jaringan Bloger Indonesia)
85.
# mBoyson 04 Jun 2009 at 17:22

Para calon pasien RS OMNI INTL. waspadalah !!!!. Setelah anda masuk RS OMNI INTL. anda bakal masuk penjara karena anda terlalu bawel dengan pelayanan yang gak profesional
86.
# daisyon 04 Jun 2009 at 18:11

Setuju, awas dokter dokternya perlu di INGAT namanya, begitu bangkrut , dokternya akan pindah kerja ke rumah sakit lain dan buka praktek, hati hati !!!!

rs. Omni sudah bunuh diri itu pASTI, tp jangan lupa dokter dokter penyebabnya, jangan sampai bebas praktek membuat kita jadi percobaan ditempat berbeda!!
87.
# yusuf P Pradapaon 04 Jun 2009 at 18:38

Ownernya OMNI ini pasti KUAYA RAYA… nggak peduli RS nya kosong, yang penting Hati Puaaasssss…… Ck ck ck …
88.
# boedingon 04 Jun 2009 at 19:23

hhhmmmmmmmmmm
89.
# rinaon 04 Jun 2009 at 20:28

wow..postingan yang keren… :)
90.
# karyawan omnion 04 Jun 2009 at 23:14

astagfirullah… bgtu bnyak kmentar yg mmojokan RS.OMNI, skedar mlurskan krn sdkit bnyaknya sy tahu dduk perkara ksus Ibu.Prita.

sebelum menceritakan saya bersumpah DEMI ALLAH.SWT bhwa sy tdk akan mlbih”kan critanya…

bermula dr kdatangan Ibu.Prita ke OMNI tpatnya pd pkul 20.30 WIB. kbtulan Dr.I sdang jg pd mlm hr itu, dkrenakan suhu bdn Ibu.Prita tdk stabil maka Dr.I mnyarankan Ibu.Prita u/ mlkukan Tes uji darah di lab, dan hasil yg kluar dr pmeriksaan trombosit Ibu.Prita mnunjukan hsil 27.000 akn ttapi hsil trsebut blm divalidasi oleh pihak lab mlainkan brupa konsultasi hasil lab ke dkter jaga UGD. dari rundingan antara dkter jaga UGD dngan staff Lab mmutuskan untuk mlakukan pengambilan sample darah kedua untuk pamastian hasil atas perstujuan dari pasien dan trnyata hasilnya mnjadi 181. melihat Ibu.Prita yg pd kndisi tubuh yg pucat dan lemas maka Dr.I mnganjurkan Ibu.Prita u/ dirawat inap di RS.OMNI dan Ibu.Prita pun mnyetujui serta mnanda tangani surat pernyataan tindakan perawatan di RS.OMNI.

singkat cerita selama krang lbih 4-5 hari Ibu.Prita dirawat di RS.OMNI sy tidak tau tndakan ap yg diberikan kpd Ibu.Prita akan ttapi yg saya tau Ibu.Prita mnderita Virus Gondongan dan mncul pd hr ke4/5 yg mnyebabkan bdn Ibu.Prita trsa nyeri dan bngkak” pd bgian lher,nmun Ibu.Prita sdh mrasa tdk puas akan plyanan yg tlah dberikan oleh RS.OMNI maka Ibu.Prita mmutuskan u/ plng pksa dan akan pindah ke RS.lain.

Ibu.Prita mminta hsil pemeriksaan lab swaktu prtama kli dia dtang dan yg dkluarkan oleh staff lab adalah hasil yg tlah divalidasi yaitu 181,akan ttpi Ibu.Prita ttap mngotot u/ dibrikan hsil yg 27000,mrasa tntutannya tdk dipnuhi maka Ibu.Prita melakukan complaint ke RS.OMNI mlalui staff CS yaitu Mba.O dan btapa kgetnya sy ktika mmbaca salah satu blog yg berjudul PENIPUAN RS.OMNI dan sy mmbaca isi dr blog itu,kmbali ke masalah Ibu.Prita.
Ibu.prita mminta proses pnyelesaianya dlakukan scpatnya dan Mba.O (staff CS RS.OMNI) mnyanggupinya pling lmbat 2 hr ksus Ibu.Prita akan slsai dtngani akan ttapi Ibu.Prita mngotot u/ dslesaikan dlm wkt 1 hr dan Mba.O mnyanggupinya kmbali.

alhasil dr complaint yg Ibu.Prita tujukan ke RS.OMNI mnemui titik terang, pihak OMNI mmanggil Ibu.Prita u/ mnyelesaikan kasus ini scara kklaurgaan akan ttpi Ibu.Prita tdk dtang mmenuhi panggilan trsebut dan malah mmbawa kasus ini ke meja persidangan,jd apa yg di publikasikan slama ini bahwa RS.OMNI yg mmbawa ksus ini ke meja prsidangan itu hanya sebuah kebohongan belaka.jjur sy mmang mrasa prihatin atas apa yg Ibu.Prita alami saat ini akan ttapi sy jg sngat mnyayangkan atas langkah yg tlah Ibu.Prita ambil.

marilah saudara” smua kita berpikir kmbali jika sampai RS.OMNI di cabut/di tutup izinnya oleh DINKES berapa bnyak karyawan yg bkal khilangan pkerjaan mereka dan brapa bnyak anggota kluarga mreka yg akan khilangan nafkahnya cuma dkarenakan oleh sifat ke egoisan seseorang,klo mnurut sy isi blog yg Ibu.Prita atau mngkin orang ke 3 buat bkn mrupakan sebauh curhatan yg di tujukan kepada kerabat dkat mlainkan kepada khalayak luas dkarenakan dibuat di blog umum.u/ lbih jlasnya sy anjurkan kpd saudara” skalian u/mmbaca isi dr blog yg tlah Ibu.Prita buat.

sy rasa ckup skian saja crita yg dpt sy brikan kpd saudara”,skali lg sy tgaskan bhwa apa yg sy kbarkan serta sy critakan bkn mrupakan sbuah kbohongan melainkan sy hnya brniat mmberikan infrmasi yg ssungguhnya.
wassalamualaikum.Wr.Wb.
91.
# OYIon 05 Jun 2009 at 00:16

pengacara dan jaksa main mata, pengacar omni siap nganggur,…bloon..ilmu marketing baru…biar namanya diingat …
92.
# juneon 05 Jun 2009 at 02:04

serba salah mo pilih mana…???
bela Prita.. bnyak yg bkal nganggur…
bela OMNI ksian ma anaknya Prita…
mending bela negara j kli y…
ahahahahahahaaaa…!!!!!!!!
93.
# doman_cson 05 Jun 2009 at 02:06

yah mnding ngk sah pd comment dech bg yg ngk tao permslahannya…
jgn pd sotoy…!!!!
94.
# FEBRYon 05 Jun 2009 at 05:39

SAYA SNGAT SETUJU DENGAN PENDAPAT ANDA,TAPI AKU INGIN MENGINGATKAN KALAU KITA BANGSA YA SANTUN,JADI APA YG KELUAR DARI MULUT KITA ADALAH CERMINAN HATI KITA,ALIAS CERMINAN DIRI….
SEMOGA SEMUA INI MENJADI PELAJARAN BERHARGA ,SEMOGA IBU PRITA DIBERI HUKUMAN YG RINGAN.
95.
# bedjoon 05 Jun 2009 at 10:05

that’s the real neoliberalism style by RS Omni…….tapi mungkin yang lebih konyol lagi adalah perilaku JPU yang seenak udele memakai pasal ITE………keep spirit for fight ibu Prita….
96.
# pilon 05 Jun 2009 at 11:33

udah..selesaikan di pengadilan aja..btw emang pengadilan kita baik dan benar ya? hahahaha
Mendingan RS OMNI ama Bu Prita menuntut pengadilan ama polisi aja..
Bu Prita menuntut POLRI ama KEJAGUNG kenapa kok ditahan pake UU ITE padahal UU Perlindungan Konsumen boleh aja komplain
dan RS OMNI nuntut kenapa udah “mbayarin” POLISI dan JPU kok kalah di pengadilan…ahahahahjaha :D
97.
# juliuson 05 Jun 2009 at 11:39

menurut saya dalam menghadapi email curhatnya Bu Prita Mulyasari Manajemen RS OMNI Internasional memang pintar tapi sangat tolol sekali. maunya memberi pelajaran akhirnya yang timbul rasa tidak kesenangan. maunya sok hebat sok gagah akhirnya kesialan yang muncul. saya yang orang awam tadinya tidak tahu menahu kini menjadi tahu.
Coba kalau manajemenya pintar. mereka lebih dahulu berupaya berunding dengan bu prita dan menanggapi apa yang menjadi keluhan beliu. nah dengan hal ini mungkin orang akan sangat bersimpati Pada RS OMNI. tapi sekarang semua sudah menjadi bubur. saya sebagai orang awam berjanji tidak akan berhubungan dengan RS OMNI karena sangat sadis.
98.
# raidyon 05 Jun 2009 at 11:39

Sebuah analisis yg baik. Karyawan omni kalo mau bersaksi di pengadilan yaa, krn ada UU yg baru keluar kemarin sore bisa dijadikan obyek, coba pikir . . .
99.
# utara19on 05 Jun 2009 at 11:52

Eh, pada tahu tidak, kalau ternyata pasien yang di tuntut rumah sakit omni bukan Prita aja, tetapi ada yang lain juga, sekarang dalam persidangan, sumbernya media Tempo,
100.
# deseon 05 Jun 2009 at 12:03

RS OMNI…..selamat….gulung tikar….(bang…krut…gitu looch…)
101.
# hafion 05 Jun 2009 at 12:15

assalam ….

wheeewww …. gw rasa ni blog langsung masuk 10 top rating .. . secara .. yang komen pada napsu napsu gituu … wa..ka..ka..kk ….

sangat di sayangkan yaahh …. . mungkin benar yang diblang mba karyawati omni nya … . mungkin benar yg di bilang ibu prita nya … . entah sapa yang bodoh … yang pastiii …. masyarakat kita juga not that smart untuk menalaah ampe lebih jauh lagiii … . dan yang terjadi adalah … masyarakat sudah menghakimi siapa yang salah based on cerita yang ada.

jadiii … sebagai pihak yang ‘jualan’, dah pasti rugi lah … . terlepas sapa yang bener dan sapa yang salah … . orang dah pasti mikir 2 kali mo ke rs omni … . akibatnya … pengangguran dei deehh …

well….
semoga bangsa ini bisa makin cerdas …
amiinn …

salam kenal,
-hafi-
102.
# sufion 05 Jun 2009 at 12:18

yahhh dirktur kok ga tau diri… coba dia jadi Ibu prita…
103.
# yanson 05 Jun 2009 at 12:24

udah lach .. gak usah ke RS omni lagi…. maleeesss
104.
# Vernandoon 05 Jun 2009 at 12:31

Memang begitulah wajah rumah sakit sekarang ( meski tidak semua ) .. dokter 2-3 menit , analisa kadang salah ( tapi kalo salah hanya maaf saja dan ganti obat ) … dan kalo memberi obat kadang tidak memikirkan efek samping penderita ( meski katanya sih sudah dipertimbagkan ) … sebenarnya masih ada kasus-kasus prita yang lain, hanya tidak terekspos dan tanpa penjara …
105.
# agoeson 05 Jun 2009 at 12:31

RS dodol…
106.
# agoeson 05 Jun 2009 at 12:32

polisi dodol….jaksa dodol
107.
# noboyon 05 Jun 2009 at 12:37

habis sudah legenda RS Omni, bubarkan, dari nol lagi, dan ganti nama baru………………..tapi harus tobat
108.
# marisonon 05 Jun 2009 at 12:37

RS kampungan. Ngga pantas tuh RS itu menamakan drinya RS Internasional, pantasnya RS KAMPUNGAN.
109.
# Rudy Lamason 05 Jun 2009 at 12:57

Aduuuh tolong Pak,Tuan,Ndoro……..kepalaku sudah mau pecah
( OMNI) tak kusangka jadi begini…….rupanya duitku tidak dihargai lagi……ampun patik ampun…..pedang dan anak panah
menyergapku dari segala arah……..
Aku sudah tak sanggup lagi…..aku tiru saja Mr.Roh di Korea…..loncat dari atap rumah sakitku……….
110.
# singon 05 Jun 2009 at 13:07

Suatu analisa yang bagus dan cemerlang. Saya rasa analisa ini akan terbukti dalam waktu dekat……….
111.
# Aminon 05 Jun 2009 at 13:10

Dlm kasus RS Omni vs Prita, yang sangat menyedihkan adalah pasien yang sudah membayar masih dituntut, yg menuntut adalah dokter2 yg merasa dirugikan? Kalau zaman sekarang hanya memikirkan untung rugi, ya,
112.
# echaon 05 Jun 2009 at 13:17

kalau tidak cepat mengambil jalan damai tidak tertutup kemungkinan hal terburuk akan terjadi di RS OMNI (Gulung tikar karna di tinggal pelanggan) misalnya…..
113.
# bejoon 05 Jun 2009 at 13:19

RUMAH SAKIT YANG ANEH…..
114.
# wenlicantikon 05 Jun 2009 at 13:19

Kasus Prita vs RS OMNI merupakan salah satu bentuk arogansi (atau sebenarnya ketololan) berulang yang dilakukan management OMNI.
Kena batunya deh kali ini…
Semoga dapat membuka mata dan menjadi pelajaran management OMNI di kemudian hari.

*semoga saya tidak di tuntut juga karena postingan ini :-/
hiiii…..takyuuuutttttt…..
115.
# youngsteron 05 Jun 2009 at 13:24

RS Omni International akan berubah jadi RS Ponari International. Dokter Hengky Gosal dan Dr Grace sialan itu akan diganti Dokter Ponari SpBC (Spesialis batu Celup). Layanan utama nya Batu Celup, Tanpa Diagnosa, Tanpa Hasil Lab.
116.
# Satriaon 05 Jun 2009 at 13:25

Sadis ya?, masa orang sudah sakit, harus bayar terus dipenjara….
Kayaknya Bu Prita bisa masuk MURI nich….., dengan kriteria pasien pertama yang dipenjara……, atau masuk “HDI alias Hanya Di Indonesia”……..
Piis Bu Prita, Anda adalah pahlawan bagi orang sakit……
117.
# pro keadilanon 05 Jun 2009 at 13:27

buat comment dari karyawan omni , yg jelas pasien itu adalah customer jadi apa yg dimiinta oleh customer harus diberikan !!!wong ibu prita bayar knp permintaan haknya tdk dikabulkan????
118.
# IRSANTOon 05 Jun 2009 at 13:27

hm… RS OMNI Alam Sutera kan masih baru,
blom balik modal tuh
kasian…………….deh loe !!!
119.
# doomdudeon 05 Jun 2009 at 13:28

suruh menteri kesehatan itu baca ini yak..mungkin dia akan lebih pinter mengeluarkan opininya tentang kasus ini…
120.
# ponari sweaton 05 Jun 2009 at 13:36

saudara…saudari beralihlah sekarang keponari sweat….cukup 5000 rupiah dijamin dikobok ama si PONARI….bebas tuntutan…dan pajak .hehehe
121.
# asrinon 05 Jun 2009 at 13:38

analisa yg sangat bagus :)
122.
# GatelPanuon 05 Jun 2009 at 13:45

Gue setuju banget ama analisanya. Andai tuh RS adalah RS satu2nya yg ada di jagad ini gue tetep ga akan mau berobat kesono buat ngobatin panu kronis gue. Mending mati kegatelan deh gue …. hehehehe.
123.
# Dian B. Nasutionon 05 Jun 2009 at 13:49

Saya dengan sesadar saya. menuntut loe penulis opini. Anda harus diangkat menjadi Penasehat RS OMNI. Segera !!!!!!! Biar lugu-nya RS Omni jangan bertambah. You setuju khan? Gaji? Beres, sipp! RS OMNI khan banyak uangnya.
124.
# ponari sweaton 05 Jun 2009 at 13:49

gue udah komentar kocak tadi ye….. sekarang agak profesional dikit ah menanggapi karyawan OMNI
OK begini saudara2ku karyawan OMNI ….kalaupun Ibu prita dianggap bersalah tidak sepantasnya dia dihukum.Kedua yang melakukan tuntutan hukum adalah OMNI bukan Prita ..so jangan jadikan hukum menjadi satu senjata untuk menghabisi si rakyat kecil , beruntungnya ibu Prita saat ini adalah mendapat sorotan dan dukungan Publik…dan saya anggap itu tangan Tuhan yang memberikan jalan kepada hambanya yang teraniaya..dan pada saat proses perdata 6bulan yang lalu kenapa karyawan OMNI enggak memberikan suggest pada Manajemen yang akhirnya terjadi seperti ini…SO WHOS WRONG
125.
# Gunadion 05 Jun 2009 at 13:51

Dalam situasi begini, kita bisa ambil pelajaran.
Kadang-kadang penyelesaian secara kekeluargaan akan lebih baik, daripada menuntut secara hukum dengan kawalan LAWYER (tuntutannya ternyata salah kaprah pula).
Mungkin pihak OMNI sedang menyesali perbuatannya. Akan ada lagi biaya tambahan untuk proses-proses berikutnya, apalagi sekarang melawan KALIGIS.
Para LAWYER yang banyak job.
126.
# JokoJOGJon 05 Jun 2009 at 13:57

yang jelas semakin lama kasus ini tidak selesai berarti RS. OMNI Int secara tidak langsug memberitahu dengan masyarakat banyak bahwa pelayanan mereka “RS. OMNI Int” yang kurang memuaskan, wah …. bisa gawat.

nah sekarang terserah manajemen RS. OMNI Int mau dilama-lamakan kasusnya atau ditutup dengan jabat tangan.

matur suwun
127.
# redon 05 Jun 2009 at 14:01

hati2 nulis blog, dipenjara nanti

undang-undang kita tolol juga….sich

yang buat kebanyakan seperti produknys sich
128.
# ryznaon 05 Jun 2009 at 14:03

Tindakan yg grasa grusu dan konyol dari suatu institusi… bener banget analisanya Pak… Kami pun pernah dikecewakan oleh salah satu RS besar di Bandung, dan kami konsumen biasanya cuma mengurut dada walaupun merasa dirugikan. Salut untuk Ibu Prita yg pemberani..!!!!
129.
# booker_Jon 05 Jun 2009 at 14:04

sudah…sudah jangan pada ribut……
memang jasa dokter itu sangat kita butuhkan, namun jika dokter2 sekarang hanya berorientasikan uang wah makin susah tuh…..

gimana klo kita kembali ke pengobatan alamiah…
khan masih ada PONARI……(heheheheheheheheh)

atau GUS MUH……

hidup mbak prita……
130.
# dedek2on 05 Jun 2009 at 14:04

Heran aq. email itu khan wilayah pribadi… ibarat sebuah buku diary, kita bebas mencurahkan semua perasaan kita … yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan, suka-suka kita khan !!! ehhhh …. kok bisa tembus keluar ya ?! kalo memang mau nuntut pencemaran nama baik jangan hanya ibu Prita aja dong … cari sumber yang menyebarkan email tersebut !!! Jadi bakal tambah rame deh indonesia …. mumpung lagi masa kampanye pilpres gitu lho !!!
131.
# Dodyon 05 Jun 2009 at 14:06

Sebuah Blunder yg sangat bodoh…, pasien yg seharusnya mendapatkan perlindungan dan pelayanan malah dijadikan terpidana…, bentuk arogansi yg sudah salah jaman, Aturan Hukum dan undang-undang dipelintir buat menjerat rakyat yg lemah….emangnya jaman kompeni ??? semakin memperjelas bagaimana keberpihakan para penegak hukum di negeri ini…Mari berjuang terus untuk mendukung bu Prita…
132.
# faoon 05 Jun 2009 at 14:14

Apa jadinya Sebuah RS bertaraf internasional klo manajemen dan pelayanannnya masih bobrok dan amburadul,saya rasa apa yg dilakukan OMNI sekarang dengan menuntut ibu prita malah akan menjadi senjata makan tuan bagi OMNI sendiri,karena seorang pasien berhak utk mendapatkan hasil dari pada rekam medis itu sendiri dan itu pun dilindungi oleh UU,utk para penegak hukum dimohon utk dapat melihat kasus ini dengan mata hati nurani tetapi tidak kepada lebih mendzolimi seorang ibu rumah tangga yg sama sekali tidak ada niatan utk melakukan sebuah penyebaran berita bohong,utk dokter yg menangani ingat bahwasanya jabatan anda telah disumpah di hadapan Tuhan YME,klo memang anda salah akuilah klo diagnosis yg anda lakukan salah tetapi klo anda benar anda jangan takut.
Hidup ibu prita
semoga ibu berbahagia berkumpul denga putra suami dan keluarga ibu.
133.
# Akmalon 05 Jun 2009 at 14:15

terus terang saya merasa prihatin membaca komentar Ibu Menteri Kesehatan di detik news seperti kutipan berikut :
“RS Omni itu swasta, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya tidak bisa menjewer, saya tidak tahu,” kata Siti saat ditanya pers mengenai kasus Prita Mulyasari ketika meresmikan Posko Kesehatan Pesantren Nurul Huda, Jalan Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (04/06/2009).
Lalu siapakah yang berkewajiban dan berhak menjewer RS Swasta? Betapa perlindungan pasien di Indonesia masih menjadi tanda tanya besar kalau memang pernyataan Ibu Menteri Kesehatan itu benar adanya.
Buat Ibu Prita, Selamat berjuang Ibu Prita do’a kami menyertai Ibu dan keluarga.
134.
# georgeon 05 Jun 2009 at 14:16

saya sangat setuju dengan apa yang diutarakan oleh reka2 yg terdahulu yang sudah memberikan komentar, saudara saya juga pernah terkena mall praktek, yg tadinya hanya ingin operasi katarak tapi apa yang terjadi beliau koma sampai dengan meninggalnya itu terjadi di sebuah rumah sakit di daerah tangerang juga dan sampai sekarang pun rumah sakit itu tidak pernah diusut lalu apakah ini yang dinamakan hukum yang berlaku di Indonesia ini
135.
# kikinovianion 05 Jun 2009 at 14:22

semoga dengan diblowupnya kasus ini, para dokter dan RS 2 di Indonesia jadi ramah 2,tidak pelit informasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada pasiennya(walaupun terhadap pasien miskin). Sehingga walaupun badan sakit, datang ke dokter atau ke RS yg ramah, bisa mengurangi rasa sakit juga tuh.
136.
# faoon 05 Jun 2009 at 14:22

Untuk Para Lawyer OMNI utk lebih profesional lagi coba bayangkan klo kejadian yg di alami oleh ibu prita dialami oleh salah satu keluarganya,apa jadinya,ingat Allah SWT itu maha adil .
137.
# adhe supriadion 05 Jun 2009 at 14:31

saya kalau sakit takut ke rmh sakit, takut kalau layananya jelek trus complain,malah masuk bui ,mendingan ke mbah dukun aja aman kali..
138.
# Suhaemion 05 Jun 2009 at 14:32

Saya jamin 6 bulan ini RS.OMNI karena bancruft akan berubah izin menjadi Hotel Bintang 4.
139.
# zakariaon 05 Jun 2009 at 14:32

Saya juga kecewa dengan komentar Ibu Menkes, bagaimana bisa seorang menteri lepas tangan seperti itu, mungkin sekedar mengingatkanpun Ibu Menkes tidak punya hak atau jangan2 RS swasta boleh berbuat semau mereka?????
140.
# syukrion 05 Jun 2009 at 15:00

bersabarlah mbak prita, Allah swt bersama orang yang sabar, tapi lain kali, kalau mau berobat lakukan istikhoroh dulu insya Allah akan baik hasilnya amin.
141.
# Shinisishibaon 05 Jun 2009 at 15:13

Ayo kita demo aja di depan RS Omni, biar management mereka tambah stress!
142.
# Porosbaruon 05 Jun 2009 at 15:28

Sebaiknya analisa diatas ditambah dengan embel-embel yang punya itu konglomerat hitam pengemplang BLBI lewat Bank BUN jadi ya begitu dianggap seperti tahun 1998 jadi karena uang bisa beli apapun termasuk jaksa. Tapi rebound tuntutan terhadap Ibu Prita malah kena mukanya sendiri.
143.
# rudyon 05 Jun 2009 at 15:28

ANJING RS OMNI INTERNASIONAL !!!!
ANJING RS OMNI INTERNASIONAL !!!!

ANJING RS OMNI INTERNASIONAL !!!!

ANJING RS OMNI INTERNASIONAL !!!!

Taek loh !!! ….

untuk karyawan OMNI yang memberi kesaksian di atas… pake sumpah2 bawa2 nama Tuhan segala…. taek loh !!!!…

kagak simpatik gwe….

lo ujungnya takut kalo lo nganggur !!!
rasain akibat ulah lo sendiri monyong !!!
144.
# samon 05 Jun 2009 at 15:29

Aku jadi sedih setelah membaca analisa dan tanggapan/tulisan dari pembaca. Dan mari kita ambil hikma nya yang terbaik dari kejadian ini semua. baik Yang di rugikan maupun yang merasa di rugikan
145.
# Abang seberangon 05 Jun 2009 at 15:32

Kalau bisa KPK juga dilibatkan untuk selidiki jaksa yang bikin tuntutan karena tindakan jaksa terlalu berlebihan serta diluar kewajaran, mestinya aspek kemanusiaan juga diperhatikan, ibu yang lagi netekin anak karena kasus sepele yang tidak urjen aja kok langsung ditangkap???? ah… saya gak tau mau ngomong apalagi tentang itu jaksa dan RS. omni… rasanya mau naik aja pitamku ini hah…!!!!!
146.
# rudyon 05 Jun 2009 at 15:36

Kasus prita ibarat “pilot project” penerapan UU (UU ITE).
semua mata dan perhatian tertuju padanya…
bukan apa-apa….
setelah kasus ini “selesai” dan jika benar prita “dikalahkan”…
maka :

besok atau lusa akan banyak prita prita yang lainnya…

dan siap-siap bung !!!
mungkin giliran ente atau kita…
menjadi korban selanjutnya

dari penerapan UU yang sewenang-wenang !!!
147.
# rudyon 05 Jun 2009 at 15:43

lihat wawancara OMNI di TV One… yang diwakili salah satu direktrisnya… sama pengacaranya….
nggak banget dech…..

pantesan aja pelayanannya begitu….

asli tuh cewek belom pernah di entot kali … asem mukanya !!!

weks..cuih…. kelihatan kalo cowok2 gak bakalan suka sama cewek tipe begitu …

muka sombong angkuh dan menyebalkan !!!…..
148.
# luguon 05 Jun 2009 at 15:46

pencemaran nama baik ??????
emangnya omni punya nama baik?
149.
# KungKungGaulon 05 Jun 2009 at 15:47

Good blog !
Eh, gitu masih ada yg nanya juga… kenapa orang sini kalo sakit dan punya duit lebih suka berobat ke luar negri ? nyang tanya blo’on atau apa ya namanya ?
150.
# dedeon 05 Jun 2009 at 15:48

Mari kita sama2 berdoa agar masalah yg dialami oleb bu prita cpt selesai, dan bu prita bisa bebas dari tuntutan…dan bagi orang2 (jaksa & oknum2 RS.OMNI) yang main mata, hati2lah bahwa ALLAH tidak akan diam..mungkin di dunia anda bisa tersenyum…tetapi di akhirat nanti anda bisa rasakan perbuatan anda.

Mari kita galang dukungan untuk bu prita, seseorang yang hanya menuntut haknya akan tetapi malah dituntut.
smoga kita bisa mengambil hikmah dari semua ini…amin.
151.
# otoyon 05 Jun 2009 at 15:50

WALAH… lu dibayar berapa sama OMNI buat sumpah2 diatas sana, ati2 lo sembarangan nyumpah, ntar kena sendiri, emang parah di RS, namanya doank international, orang2 nya kampungan semua nya, mendingan di hukum UU deh daripada dihukum masyarakat, kalau gua dan keluarga besar gua sih dah mau muntah denger nama rumah sakit ini, namanya aja udah bikin sakit kan sampe mau muntah, apalagi masuk kedalam, yang ada pasien di jadikan bahan percobaan lagi ntar, dimana-mana Rumah Sakit itu kalau dimintain data dan keterangan harus jujur.

NGENTOD LO !!!

wakakakakak

sori moderator, kelepasan, abis gemezzz ^^,
152.
# dedeon 05 Jun 2009 at 15:55

BUAT TEMAN2 ADA YANG TAU EMAIL RS.OMNI KAH?
BIAR KITA EMAIL AJA RAME-RAME…NTAR KITA LIAT,KITA DITUDUH MENCEMARKAN NAMA BAIK ATAU TIDAK?EMANG OMNI MAU MENUDUH KITA YANG JUMLAHNYA MUNGKIN JUTAAN…BIAR TAMBAH STRESS STAFF OMNI NYA…WKWKWKWKWKWKW
153.
# yoyoon 05 Jun 2009 at 16:10

Ya, setuju dengan semuanya. OMNI justru makin tersudut karena blundernya sendiri, yah gini deh klu mikirnya pendek …
154.
# sutanon 05 Jun 2009 at 16:18

salam hormat

bapak-bapak/ ibu -ibu yang profesinya dokter mestinya kasih komentar dong.
jangan diam aja atu ikutan melindungi omni internasional

.
155.
# awanon 05 Jun 2009 at 16:20

A very good point, pak, and exactly the same with what I’ve been thinking. It should have been business as usual had they understand what the customer service is. And now, they already get to the point of no return, win or lose at the court they’re going to lose everything, and true its going to take years to build their name again.
156.
# madhalon 05 Jun 2009 at 16:23

RS OMNI …….Lanjutkan!!! tuntutanmu thdp Ibu Prita .
saya mendukungmu……teruskan!!! dan Lanjutkan !!!

biar semua pada tahu bahwa kamu arogan,
bahwa kamu telah bayar polisi dan jaksa untuk memenjarakan bu Prita,
bahwa kamu sok jagoan, petentang petenteng
biar kamu juga ngrasain akibat dari pongah dan sombongmu

biar kamu juga ngrasain bangkrut dan gulung tikar
dan stresss…………….ya too….
biar kamu ….hick….hick….hick…..

“kenapa aku perkarakan si PRITA ???”
kini dicabut izinku…….
di robohkan OMNI ku ……….

Ya nasib……ya nasib…….ya nasib……

mending bunuh diri aja dech………
dari pada malu dan menderita …….
157.
# Indah Handyon 05 Jun 2009 at 16:30

Kalau tersangka menjadi saksi yang jelas gak fair…dalam kasus ini omni tersangkanya dan prita korbannya………. karyawan omni jelas motifnya takut dipecat…apa aja hayo….daripada gak makan.

So….balikkan nama baik Prita….dan Omni harus tanggungjawab dan minta maaf. Maksud hati mau arogan apa daya diserang balik dari segala kalangan….

Ih gak ngebayangin deh…maksud hati mencari kesembuhan …..malah berakhir dipenjara…amit-amit….
158.
# Dannyon 05 Jun 2009 at 16:32

Dari semua pendapat, saya rasa hampir semua orang membela Prita. Justru dengan adanya kasus ini malah tidak membuat RS OMNI semakin baik citranya, justru malah memperburuk citra RS itu sendiri.
Dgn adanya berita ini, komplain thd RS OMNI bukan hanya dari 1 pihak saja (prita) tapi dari semua orang yang telah membaca berita ini.
Kalau RS OMNI tidak mempermasalahkan sampai ke pengadilan, citra RS tidak akan sejelek sekarang.
Jadi sekarang setiap orang jadi tambah malas ke RS itu karena tidak bisa dikomplain.
159.
# ragiel rafsanjanion 05 Jun 2009 at 16:32

sabar yahh bu prita…kami bersama ibu dan selalu mendukung ibu Prita
160.
# rodrickon 05 Jun 2009 at 16:35

ini lah salah satu contoh bobroknya pelayan rumah sakit di indonesia….
161.
# smarsulon 05 Jun 2009 at 16:35

Ya udeh, jgn di hujat terusss tuh si OMNI ntar kolep, khan kacian karyawannya. Kite doain aje agar mbak prita cepet sembuh dan berobat ke herbal aje tak punye efek samping ape lagi ampek kena tuntut dijamin pelayanan sebaek mungkin deh. Herbal tiada due nye.
162.
# prologikaon 05 Jun 2009 at 16:48

dengan membengkaknya kejadian ini, bahkan juga tersebar kemana-mana sampai di facebook ada 150.000 dukungan ke itu prita, itu membuat orang semakin memposisikan rs.omni sebagai “hitam” atau dipihak yang tidak didukung.
seharusnya rs.omni juga berpikir ulang waktu itu untuk memperkarakan hal ini, karena ketika david vs goliath, cenderung dukungan kepada david lebih banyak…. rakyat indonesia ini sensitif terhadap kasus kecil vs besar, atau miskin vs kaya….
suatu penyesalan yang harus diratapi oleh rs.omni dan juga oleh ibu prita.
163.
# prologikaon 05 Jun 2009 at 16:53

untuk menjadi renungan bagi kita bersama ::: rumah sakit swasta sekarang ini telah menjadi suatu bisnis yang mengiurkan. pebisnis membangun rumah sakit seakan-akan membangun hotel bintang lima, megah dan besar. dengan demikian investasi yang keluar sangat tinggi, bagaimanapun dari logika bisnis mereka akan mengusahakan pengembalian secepatnya.
imbasnya adalah biaya yang tinggi yang mungkin tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima pasien disana.
menteri kesehatan mungkin harus lebih bertindak melihat fenomena tersebut.
teori bisnis tidak bisa dipakai semuanya di rumah sakit, bila dalam pemasaran ada rumus untuk membuat bagaimana agar customer mau datang lagi membeli, maka di rumah sakit jangan sampai membuat pasien tetap tidak sembuh agar datang berobat lagi.
164.
# Elvaon 05 Jun 2009 at 16:54

Terkadang emg byk RS yg spt itu. MEnganggap pasien tdk tau apa2 sehingga tidak mau ambilo pusing dalam memberi penjelasan. Entah karena doktermya tidak pandai atau dokternya malas. Harusnya Prita nuntut RS Omni balik. Sy rasa byk org yg tdk akan mau ke RS itu lg kok. Dan dengan munculnya kasus ini malah semakin memberitakan ke banyak orang. Good Job Omni !
Kita selalu mendukung Ibu Prita !
165.
# bocahon 05 Jun 2009 at 16:57

kalah atau menang RS OMNI di persidangan, tetap di mata publik mereka kalah dan salah, dan cepat atau lambat mereka akan di tinggalkan oleh konsumennya. dan kebangkrutan adalah suatu kepastian.
166.
# plikuon 05 Jun 2009 at 17:00

kasus tuntutan (sampai di penjara) prita m, menambah buruk citra Indonesia di mata internasional (lihat aja banyaknya komentar/blog berbahasa inggris) dan merusak mental (keberanian mengungkapkan kebenaran bangsa ini). . . . karena itu apapun (orang, pihak atau lembaga) yang merusak Indonesia “harus dilenyapkan” dari bumi Indonesia tercinta ini.
167.
# asenon 05 Jun 2009 at 17:02

buat comment dari karyawan omni:
kalau anda punya hati nurani anda sudah keluar jadi karyawan
RS OMNI sebelum ditutup paksa oleh orang banyak.
168.
# unameon 05 Jun 2009 at 17:14

hehe.. mudah2an ini sebuah pelajaran bagi semua rumah sakit, dari dulu sering denger keluhan dari teman2 saudara2 etc.. kejadian mal praktek, sampai mertua saya juga, sama ada beberapa saudara juga makan obat bukannya sembuh malah tambah sakit, jadi kl memang ada kejadian yg menimpa diri anda.. email massal aja.. biar pada tau.. jadi jgn di tutup masalah ini, tidak akan ada habisnya korban2

kenapa skrg banyak berobat keluar negeri?
1. bukan karena banyak duit
2. lebih tepat sasaran utk penangganan
3. tidak berbelit belit
4. tidak di duitin terus (maksudnya cek ini, cek itu, terus cek ulang lagi etc..)

kl di local , selalu, cek ini, cek itu, scan ini, scan itu etc de.. trus minta datang terus utk check up, padahal di luar negeri kl uda pasti gak perlu checkup lagi ya bilang selesai

sebagai info saja, utk pengobatan ke luar negeri tidak mahal kok, yg jadi tempat favorite di malaysia, tepatnya di melaka, trus di KL juga gak mahal, lebih pasti, lebih yakin, dan tempat juga peralatan juga masi OK, di melaka harga lebih terjangkau

kadang kita nya serba susah, jalan buntu kl sudah masuk kerumah sakit yg dalam tanda ”
kenapa, karena sampai sana , sakit kita seakan di takutin, harus cek ini , harus cek itu, harus nginap, trus terakhir adalah RESIKO TANGGUNG SENDIRI , itu kata2 selalu bikin kita resah… mau gak mau pasrah, padahal hasilnya tidak separah yg kita duga, memang kita bukan dokter, tapi kita harus belajar dari pengalaman juga

ingat, nyawa kita jangan utk dijadiin tester, itu nyawa kita sendir, yg lain tidak berhak utk menjadikan sebagai tester, wong kita bayar juga kok

info soal rumah sakit di malaysia itu sebagai info saja, percaya tidak percaya itu terserah anda sendiri, terima kasih
169.
# dharmaon 05 Jun 2009 at 17:26

Jangan-jangan rumah sakit ini memang sudah mau bangkrut dan perlu uang, jadi dia berharap dapat uang dari hasil menang perkara………….
170.
# cuplison 05 Jun 2009 at 17:32

pelajaran buat kita para konsumen..
teliti sebelum membeli..
sama hal nya kalo kita di rs..
jgn takut bertanya, jgn takut dianggap crewet, jgn takut dijutekin ma suster, jgn takut diomelin dokter..
kita dah bayar.. kita mesti tau apa yang kita beli..
obat apa yang kita makan, suntikan apa yang masuk..
obat ini itu untuk apa dsb.. kl kita merasa tidak perlu dan tidak ada hubungannya dgn penyakit kita jgn ragu untuk menolaknya… tanyakan apakah ada yang versi generik atau tidak.. karena kadang rs maen hajar aja kasi kita obat yang versi mahal hanya karena rekanan dari supplier.
kita punya hak..

untuk ibu Prita.. semoga tetap tabah dan tetap semangat memperjuangkan keadilan dan kebenaran..

wassalam..
171.
# sicantikon 05 Jun 2009 at 17:39

rasanya tidak bijak ya menilai masyarakat “masyarakat kita juga not that smart untuk menalaah ampe lebih jauh lagiii … . dan yang terjadi adalah … masyarakat sudah menghakimi siapa yang salah based on cerita yang ada”
zaman sekarang ini era informasi cukup mengandalkan jari tangan saja… banyak masyarakat yang sudah pintar kesehatan
pertama itu email pribadi…
kedua… mungkin kalau saya menjadi bu prita juga merasa tertipu… kasus bu prita ini (kasus layanan medis) juga di alami oleh keponakan saya di sebuah rumah sakit di bilangan tangerang juga. Bayangkan salah diagnosis sehingga pasien yang dirugikan hingga puluhan juta rupiah. Tapiii keluarga saya cukup baik tidak menuntut karena tidak mau ambil pusing.
Ibu prita ini salah satu yang menyuarakan suara hatinya. Jelas jelas yang dilakukan pihak rs terhadap ibu prita ini salah. Apa anda datang ke persidangan? mendengar apa diagnosis yang diajukan oleh dokternya?
OMNI mengklaim sudah melakukan sesuai prosedur. Tapi dari langkah pertama saja sudah salah. Mau cari apa pada demam tinggi hari pertama yang kemungkinan besar memang disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan pemeriksaan apa-apa, dimana ibu prita juga tidak ada tanda gawat darurat. Selanjutnya jika memang curiga demam berdarah bukan semata mata trombosit yang jadi patokan untuk menentukan pasien butuh rawat inap. Apalagi perlu suntikan ini itu. Mau suntik apa. Ibu prita butuh penurun panas parasetamol, banyak cairan, dan edukasi.
jadii sudah salah langkah dari awal. Beruntung ibu prita menulisa email untuk temannya. apa bedanya dengan bu prita yang ceting dan curhat pada temannya.
jadi untuk yang menilai bahwa masyarakat terlalu menilai berlebihan terhadap kasus bu prita coba bayangkan jika anda yang ada di posisi bu prita…
untuk penulis… tulisan yang bagus… semakin mereka (RS OMNI) membela diri semakin aib terungkap
Bu prita semoga Allah melidnungi ibu sekeluarga. AMiin.
172.
# Princeon 05 Jun 2009 at 17:45

Ulasan ini sangat menarik, sebuah fenomena aneh yang terjadi di negeri yang mana kebebasan mengungkapkan pendapat dilindungi dalam UUD negera kita.

Kenapa ya akhirnya yang bersalah justru ibu Prita? Ini menimbulkan kecurigaan dari saya, apakah benar Kejari yang mengurus kasus ini ada permainan dengan Pihak RS OMNI??

Yang pasti saya sudah tidak respek dengan RS OMNI.. Ogah berobat baik rawat inap dan jalan di sana…
173.
# Buajinganon 05 Jun 2009 at 17:48

RS OMNI = RS Nyeleneh….
Bu Prita, anda mendapat dukungan banyak dari warga negara Indonesia, termasuk CAPRES2 kita.. Tuntut ganti rugi materiil ke RS OMNI Bu.. Soal Tuntutan, saya punya saran, samain aja dengan kekayaan CAPRES kita yang paling kayak.. Mampu ga mereka??
174.
# KebeletBe’olon 05 Jun 2009 at 17:54

Yah kita lihat saja nanti ….

tapi yang jelas sih gue kaga mao datang ke RS OMNI walopun kebelet mending berak dicelana aja deh daripada be’ol disana. :D
175.
# juwandaon 05 Jun 2009 at 17:54

Opini yg bagus.. Secara logika RS OMNI sudah tidak mungkin lagi hidup menjalankan usahanya karena namanya sudah rusak serusak rusaknya. Pertanyaannya adalah jika sudah melakukan kesalahan seperti ini masih kah bisa diperbaiki? Jika seandainya anda menjadi pemegang keputusan disana apa yang yg sharusnya dilakukan? Ada yang tau kondisi RS OMNI sekarang bagaimana? Semoga Ibu Prita mendapatkan balasan yang setimpal atas perjuangannya dan semoga karyawan RS OMNI yang tidak bersalah tidak ikut kena getah dari kesalahan petinggi RS OMNI.
176.
# opickon 05 Jun 2009 at 18:01

Saran saya untuk management RS OMNI Internasional, Rubah aja gedung RS menjadi Lapang Futsal daripada kosong, untuk Dr. Hengky ganti profesi saja daripada jadi dokter tidak becus mending jadi sopir Busway, untuk Dr. Grace ganti profesi aja jadi Penjual Nasi Pecel, kalo bisa masak….
177.
# Pak Reboon 05 Jun 2009 at 18:05

Yo, pada akhirnya sing becik ketitik sing olo ketoro, bu prita olo2 kuwato, kita dukung terus…
178.
# Bubububuon 05 Jun 2009 at 18:13

TEBULLLL…
Dr. Grace & Hengky kalian ke laut aja dech..
Ngapain? masi nanya lagi… Mnacing cari ikan buat RS OMNI Tercinta
179.
# juwanon 05 Jun 2009 at 18:44

salut buat Ibu Prita…maju terus Ibu Prita..
untuk rs omi, sebaiknya segera instropeksi sebelum keadaan menjadi lebih buruk lagi..
180.
# Dodolon 05 Jun 2009 at 18:47

Wah seru banget nih. Gw boleh dong ikut kasi komen, kebetulan gw dokter. RS swasta di Indonesia (terutama yang baru) banyak yang “kejar setoran” (maklum modalnya gede). Udah bukan rahasia lagi bahwa para dokter secara halus “ditekan” untuk meningkatkan okupansi tempat tidur, memperbanyak pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya (CT scan misalnya), dsbnya. Kalo dokter itu kurang target dalam periode tertentu mereka bisa diberhentikan. Tentu juga dengan iming-iming bonus (dari penjualan obat, pemeriksaan lab, dsbnya) bagi dokter ybs. Sehingga klop-lah terjadi “penjarahan”. Menurut gw ini konsekuensi logis karena RS dianggap lahan bisnis. Yang memperparah keadaan adalah kesenjangan pengetahuan medis antara dokter dan pasien (ibarat lo ke bengkel mobil, kalo lo ngga tau apa-apa nanti semua onderdil disuruh ganti sama montirnya). Ada lagi miskomunikasi (yang ini biasanya salah dokternya). Jadi masyarakat juga harus membekali diri dengan pengetahuan, kan jaman internet. Pasien berhak meminta keterangan apa saja tentang penyakit mereka, berhak mengetahui penyakitnya, alternatif pengobatan, kemungkinan komplikasi, memilih pengobatan, dsbnya. Beda sama pasien bule (negara maju), mereka ngga sungkan-sungkan nanya ini obat apa gunanya, kenapa saya harus makan, apa efeknya, dsbnya, dan dokter wajib memberi penjelasan. Apalagi kalo penyakitnya sampai perlu dirawat atau dioperasi. Kalo perlu minta second opinion (dokter yang baik tidak boleh tersinggung untuk hal ini).
181.
# Milaon 05 Jun 2009 at 18:53

Inilah negeri jungkir balik. Orang udah disuruh bayar, hampir mati sekarang dipenjarakan pula.
Salut buat RS.Omni, jaksa, polisi dan pembuat undang-undangnya. Mungkin otak anda sudah lumer semuanya.
182.
# hermanon 05 Jun 2009 at 19:02

wow….betul2 judul yang sangat bagus…istilah yg sangat-sangat mantap langsung mengena dg substansi..”bunuh diri sosial”
183.
# nglungsungion 05 Jun 2009 at 19:11

Pihak RS OMNI Alam Sutera baca blog ini nggak ya.
184.
# sayaon 05 Jun 2009 at 19:18

duit,… duti,… duit,…
saya rasa manajemen RS OMNI yang keterlaluan.
185.
# akuon 05 Jun 2009 at 19:20

Saya dulu dokter yang juga pegawai negeri. Mengabdi di daerah Indonesia Timur. Termasuk wilayah sangat tepencil.

Saya putuskan untuk keluar karena betapa dasyatnya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dan segala setan yang ada dalam birokrasi. Saya ke Jakarta untuk kerja di rumah sakit swasta.

Betapa bejatnya manajemen rumah sakit yang mengharuskan setiap dokter yang menerima pasien di poliklinik atau pun instalasi gawat darurat sedapat mungkin mengusahakan pasiennya dirawat dengan apa pun alasan klinisnya. Saya putus asa dengan keadaan yang melawan batin saya ini.

Saya pun keluar, dan syukurlah sebuah perusahan multi nasional dari sebuah negara di Eropa menerima saya sebagai overseas doctor untuk lokasi proyek mereka di berbagai negara. Saya juga bersyukur mendapat rezeki yang lebih tanpa harus berbuat dosa.

Temen-teman, apa yang dialami Ibu Prita bukan bohong. Saya yakin itu dan masih banyak korban yang sebenarnya tidak menyadari menjadi korban dari rumah sakit yang berbasis business atau money oriented.

Percayalah masih banyak dokter di Indonesia yang pintar dan berbudi. Tapi, mereka tenggelam oleh ganasnya kehidupan birokrasi yang bejat.
186.
# Jampangon 05 Jun 2009 at 19:27

Undang-undang ITE menjerat e-mail nya bu Prita?

Hebohhh ….
187.
# danion 05 Jun 2009 at 20:06

Kalau umpama bu prita sampai kalah di pengadilan..
kite buat page di fb untuk kumpulin dana ye … untuk bantuin beliau …
Biar dah diambil OMNI ..
jadi pelajaran ke depan hati2x dalam memilih rumah sakit ..
188.
# Robbyon 05 Jun 2009 at 20:39

Bener yah kata tetangga, jaman sekarang jadi orang nggak punya jangan sakit, kalopun berpunya ya jangan sakit juga, rumah sakit pada gila soalnya… Mereka bikin bisnis bukan berangkat dari tujuan mulia, mudah-mudahan setiap rumah sakit yang seperti itu, para pimpinan dan pemiliknya dilaknati Allah SWT, dan para dokternya yang melakukan kezaliman juga diberi balasan kezaliman yang setimpal di saat hidupnya…

Para dokter hati-hati lho, serapah orang sengsara yang dizalimi itu mustajab…
189.
# ghanaon 05 Jun 2009 at 20:42

ulasan yang bagus,jadi baru mengerti sebenarnya maksud OMNI mau naikin ranking malah jadi terancam bangkrut… karena kalupun OMNI menang opini masayrakat akan menjudge pemerintah keparat..melanggengkan kongkalikong jaksa jahanam dengan omni, itu berrati SBY siap siap pulang kampung karena engga ada yang milih lagi. karena tak perlu DILaNJUTKAN budaya main uang…. he heh
190.
# budi Jogjaon 05 Jun 2009 at 20:58

Mau urun rembug : Karyawan RS Omni harap siap-siap di PHK…segera cari kerjaan lain..karena tidak lama lagi RS-nya kagak laku..
191.
# Dragonon 05 Jun 2009 at 21:16

Omni Hospital ??? NO GOOOOOODDDDDDDDD :-(
192.
# ulfaon 05 Jun 2009 at 21:22

Kaliber omni adalah RS yang tidak punya etika kemanusiaan, saya ngga setuju dengan pernyataan OMNI lugu, yang tepat adalah arogan. Jangan ada yg kesana satupun..dech
193.
# jackon 05 Jun 2009 at 21:24

kalo baca postingan @karyawan omni diatas gw jadi geli sendiri

“alhasil dr complaint yg Ibu.Prita tujukan ke RS.OMNI mnemui titik terang, pihak OMNI mmanggil Ibu.Prita u/ mnyelesaikan kasus ini scara kklaurgaan akan ttpi Ibu.Prita tdk dtang mmenuhi panggilan trsebut dan malah mmbawa kasus ini ke meja persidangan,jd apa yg di publikasikan slama ini bahwa RS.OMNI yg mmbawa ksus ini ke meja prsidangan itu hanya sebuah kebohongan belaka.jjur sy mmang mrasa prihatin atas apa yg Ibu.Prita alami saat ini akan ttapi sy jg sngat mnyayangkan atas langkah yg tlah Ibu.Prita ambil.”

“Bu prita membawa kasus ke meja persidangan” o jadi si bu prita yang melapor ke polisi terus dia juga yang disel gitu…..?? pembelaan membabi buta dari @karyawan omni yang paling menggelikan…………….
194.
# Ferry Pakpahanon 05 Jun 2009 at 21:41

Ibu Prita, anda Hebat, saya yakin Ibu Prita ini dari kalangan ekonomi menengah, dan pendidikan yang cukup, dengan begitu beliau cukup berani mempertanyakan Jasa yg didapat dari Omni dan bersuara ketika “DIKECEWAKAN”…

Ngomong2 Rumah sakit yang nyembuhin Bu Prita Bersuara Dong, Jadi Saksi Kek, takut amat !!!! Diagnosa Omni VS RS. X
195.
# hidayaton 05 Jun 2009 at 21:50

kepada karyawan omni: coba pikir rs udah salah labnya, dan melakuan tindakan dr hasil lab itu bisa pikir apa akibatnya dan jangan lupa biaya yg harus dibayar akikbatnya, dan adalah haknya untuk minta hasil lab yang toh sudah dibayar pula. eh malah arogan nuntut segala dasar otaknya duit doang……
196.
# chachaon 05 Jun 2009 at 22:03

Begitulah negara kita, UUdibuat sambil tidur, pemerintah ga perhatian, yang punya uang bisa segalanya membeli hukum.
beginilah hidup dinegeri BBM.YA NASIB YA NASIB…
197.
# cecakon 05 Jun 2009 at 22:17

menurut hasil lab terakhir…..
Om Ni trombosiiit nya tinggal 270 hari…..
ammmmmpunnnnnnn……..
198.
# Lamunadion 05 Jun 2009 at 22:28

Kalau Prita kalah di pengadilan maka kita rame-rame kumpul duit sehingga melebihih yg Omni (mungkin) berikan kepada kejaksaan yg memenjarakan Prita. Lalu kita bayar deh kejaksaan supaya kasus dimenangkan oleh Prita. Giman? Setuju???
199.
# ujangon 05 Jun 2009 at 22:36

Iya Para pembuat Undang-Undang itu ijasahnya mbeli sih kapan sekolahnya tau2 udah SH,MM,DR ya jadi ketika merancang UU pada gak ngerti alias pada tidur.Yg ada diotak mereka DUIiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttt.Pejabatnya cuma mikirin korupsi aja berebut mo jadi pejabat,DPR<DPRD tapi bukan utk kebaikan negara.Cuma utk terlibat dlm lingkaran korupsi.
200.
# sugengon 05 Jun 2009 at 22:36

Aku juga heran koq masih ada perusahaan yang memperlakukan konsumen seperti ini ?!? padahal sekarang jamannya pelayanan yang di utamakan. aku sich kerja bukan di bagian customer service tapi tahu dan mengerti bagaimana melayani seorang customer. apalagi sampe melayangkn surat kekecewaan secara terbuka. eh bukan perbaikan layanan yang diberikan koq malah penahanan. aku juga brani bertaruh sekarang pihak management Omni bingung bagaimana berbuat utk selanjutnya tapi yang pasti dengan tersebar luasnya kasus ini dengan sendirinya membuat ‘pencemaran nama baik” yang dilakukan oleh pihak RS Omni sendiri.
Salam kenal.
201.
# anoon 05 Jun 2009 at 22:37

sebenarnye ini hanya masalah komunikasi doank, tidak semua orang mengerti masalah penyakit, jadi tugas tenaga medis-paramedis yg harus menjelaskan sedetil mungkin, sampe pasien ngerti, kalo dah pake kekuasaan, gimane pasien mo sembuh, stress iya….. kalo dah gini gimane donk… kasihan bu prita n keluarga (anak ane 5 bulan, ditinggal istri 4 hari buat diklat aje dah ngambek ga’ mau nenen, gimane kaya’ bu prita) kasihan juga ama karyawan OMNI kena getah kasus ini….
202.
# icalon 05 Jun 2009 at 22:44

analisa yg bagus.
omni …kasihan deh lu..sebentar lagi tutup.
management omni goblok.
hidup ibu prita.
203.
# R10on 05 Jun 2009 at 22:57

Pasal pencemaran nama baik sudah dihapus di sebagian besar negara, namun di Indonesia nampaknya masih dipelihara karena dapat menjadi senjata pihak kuat berduit untuk menindas lawannya. Mari kita atasi masalah dasarnya dengan mengkampanyekan pencabutan pasal pencemaran nama baik dan memperkuat undang-undang pelindungan konsumen.
204.
# Pasienkuon 05 Jun 2009 at 23:03

Ya itulah cerminan aparat hukum kita dengan mudah mendakwa bu Prita, tidak profesional kata Bossnya. Kita lihat mahasiswa Hukum saja doyan tawuran, masih menggunakan otot ketimbang otak, bagaimana kalau jadi aparat nantinya.
Untuk si Omni biarin aje, kena hukuman sosial, publikasi buruk, masih banyak RS lain yang mengutamakan pelanggan adalah raja..
205.
# victoron 05 Jun 2009 at 23:12

saya setuju jika RS.Omni adalah pihak yang harus di persalahkan, tapi yang lebih salah adalah JAKSA yang memutuskan perkara ini. belum lama ini ada kasus korupsi yang melibatkan orang2 yang ada di keJAKSAAN AGUNG. apakah semua JAKSA yang ada dinegri ini seperti JAKSA yang menangani kasus prita? mudah2an TIDAK.
206.
# mblebeson 05 Jun 2009 at 23:26

sedikit2 lab2 jangankan rumah sakit,puskesmas ato poliklinik aja kalo dokter tdk bisa analisa suruh ke lab bahkan sdh di kasi brosur+formulir mungkin rumah sakit sdh kerjasama dan dpt fe,,, mungkin???
207.
# bundaon 06 Jun 2009 at 00:22

Yang perlu di ketahui oleh kita sebagai pasien, kita punya hak atas diri kita. Ini hak hidup kita. Kita sakit maka kita bertanya pada orang lain yang tahu yaitu dokter. Tetapi kita punya hak bertanya apa penyakit kita dan apa treatment untuk kita. Dalam etika kedokteran memang dokter di sarankan untuk menjawab pertanyaan pasien. Tetapi ini masih etika kedokteran dan belum ada undang-undangnya. Kalau kita gak puas dengan jawaban dokter kita maka carilah second opinion, atau bahkan third, fourth opinion.
Yang lebih penting lagi saat ini adalah semua orang harus pinter dan kritis agar tidak percaya saja apa yang di katakan dokter.
Dan anda yang berprofesi dokter junjunglah informed concern.
Mengapa orang suka berobat keluar negeri karena dokter di luar negeri benar-benar menjunjung tinggi hak pasien. Segala tindakan yang dilakukan di tanyakan kepada pasiennya dengan penjelasan detail apa kelainan yang ada di diri kita dan apa tindakan yang akan dia lakukan untuk kita. Sehingga kita tidak bimbang dengan apa yang akan di lakukannya. Dan semua yang dia lakukan dapat kita amati secara jelas dari layar monitor yg di tunjukkan langsung di depan kita.
Tolonglah jangan bodohin pasien anda, karena segala tindakan anda terhadap tubuh pasien adalah dapat menjadi obat tetapi juga dapat menjadi racun bagi pasien anda.
Jangan ada lagi kasus-kasus salah diagnosis, salah tindakan, yang merugikan pasien, dan tindakan semena-mena seperti kasus ibu Prita. Mungkin kasus seperti ibu Prita banyak terjadi tetapi karena pasrah saja sehingga si dokter tenang-tenang aja, menganggap dirinya sudah canggih dalam mengobati pasien. Tolong update ilmu anda..
Bagi anda pasien sekali lagi sayangilah diri anda sendiri, dengan kritis bertanya dan cari ilmu tentang gejala penyakit anda di internet (buat yang sudah yang mengerti dunia maya) dan sebarkanlah ilmu anda ke teman-teman, saudara, baby sitter anda, prt anda, sopir pribadi anda. Sehingga makin pinter mereka untuk kritis maka mudah-mudahan kasus seperti ibu Prita tidak terulang lagi.
Hidup Pasien dan Dokter Indonesia….
208.
# Mr. Jhohanon 06 Jun 2009 at 00:38

RS Omni..diinjek2..diremek2..jadi peyek..

BEBASKAN IBU PRITA

BEBASKAN IBU PRITA

BEBASKAN IBU PRITA

BEBASKAN IBU PRITA

BEBASKAN IBU PRITA

BEBASKAN IBU PRITA

salam Jhohan….
209.
# ndorobeion 06 Jun 2009 at 01:03

aparat hukum dan pasal2hukum kadang diperalat oleh orang/institusi untuk menunjukkan kekuatannya.
Buat omni,kl ndak bs manej RS mbok ya bikin warung makan seafood aja (mino=iwak=ikan) aja, pasti banyak pelanggan. Janji deh nanti aq makan di warungmu. Ato bikin aja perusahaan valas aja (moniy) biar nyari duitnya gampang tanpa harus peras otak dan peras rakyat kecil.
Buat dkter beny and grace, ilmumu malapetakamu dan sombongmu nerakamu karena akan memakanmu.Kurikulum public service perlu diajarkan di fak kedokteran.
buat masyarakat luas, dalam waktu dekat akan ada rilis dari pemerintah tentang bangkrutnya RS OMNI. nuyum sewu.
210.
# databritaon 06 Jun 2009 at 01:06

OMNI , oh malang nya Ibu Prita , malangnya Ibu Ibu negri ini , ayo ibu ibu masih banyaaaaak skali OMNI yang lain dinegri ini , banyak minum jamu biar lebih sehat dari pada , kecebur ke omni lainya lagi?
211.
# arifon 06 Jun 2009 at 01:24

yg jelas asal mula nya,aparat kepolisian di bayar rumah sakit omni untuk di bikin perkara,karena kepolisian yg paling gampang di bayar.dan juga jaksa nya juga di bayar oleh rumah sakit omni untuk memperkuat perkara nya,yg jadi korban ibu prita.ketiga nya ini yaitu kepolisian,jaksa dan omi sama sama bobrok nya.tapi dg tersebar luas kebenaran akan terungkap dan masyarakat bisa menilai…
semoga prita terbebas dari segala tuntutan dan mendapatkan ganti rugi yg layak..
212.
# aguson 06 Jun 2009 at 01:27

Kalau masih punya harapan untuk hidup. Jangan mencoba untuk berobat di RS Omni International Hospital. Bukan harta yang terkuras. Tapi nyawa Anda juga menjadi taruhannya. Trust me!
213.
# koncomuon 06 Jun 2009 at 01:32

wah…wah…wah memang sudah keterlaluan hukum di negeri ini ibu rumah tangga ko bisa masuk bui ini karena polisi = jaksa = $$$ main mata dg RS omni = only money.RS OMNI siap2 gulung tikar dech karena akan disulap menjadi pasar modern yang pasti lebih bermanfaat tempatnya. Bu Prita Sabar ya… doaku bersamamu selalu…
214.
# romion 06 Jun 2009 at 01:51

di kepolisian ada nama nya proyek perkara,ada uang ada perkara,ada perkara ada uang.begitu yg melapor orang berduit atau sekaliber rumah sakit omni maka merupakan ladang uang bagi polisi.jaksa juga nggak kalah ketinggalan proyek,dia juga tentunya minta bagian uang nya.polisi tidak akan menyelesaikan perkara dg hati { kata pak sby – selesaikan dg hati }.bagi polisi bagi siapa yg melapor dan di lihat yg melapor banyak uang tidak padang bulu semua sikat,tidak peduli itu ibu rumah tangga dan punya 2 anak kecil.walaupun sebenar nya yg jadi korban adalah yg benar,
buat ibu prita yg tabah dan semoga tuhan bersama mu..
buat bangsa negeri ini..uang sangat menyilaukan kita jadi kebenaran bisa tertutup karena uang jadi kita harus tegakan kebenaran bersama sama..
215.
# Robert Galliason 06 Jun 2009 at 03:32

Sebaik nya delik aduan PENCEMARAN NAMA BAIK dihapus saja dari kitap perundangan. Karena substansi nya sangat subjektif dan berlandaskan atas grey area (kondisi yang samar-2). nama baik seperti apa yg tercemar dan menurut siapa dan dari sudut pandang yg mana seseorang itu pantas secara mutlak tercemar nama baik nya ? Dan coba kalian semua ambil semua records kasus PENCEMARAN NAMA BAIK, pasti korban nya adalah pihak yg lebih lemah dan yg tercemar nama baik nya adalah pihak yang LEBIH KUAT/BERKUASA/BERKEUANGAN LEBIH BAIK. Sering pula delik pencemaran nama baik digunakan hanya untuk mengalihkan perhatian atau kemungkinan tutntutan lain nya, sehingga menyerang dulu dengan alasan nama baik nya tercemar. Sebaik apa sih nama seseorang akan tercemar sampai harus pihak lawan di penjara dan diminta ganti rugi yg begitu besar. DELIK INI LEBIH CENDERUNG SIASAT AKAL-AKALAN an bukan murni ingin menuntut karena nama baik nya tercemar. Tercemar bgm ? Ada yg bisa jelaskan ? Robert Gallias.
216.
# Robert Galliason 06 Jun 2009 at 03:35

DELIK PENCEMARAN NAMA BAIK (PNB) sebaiknya dihapus atau:-

Sebelum seseorang berhak mengajukan delik Pencemaran Nama Baik (PNB), maka orang tsb sebelumnya hrs di-verifikasi terlebih dahulu apakah memang benar benar namanya betul BAIK, a.l:
1/. Pembayar pajak yg taat.
2/. Memelihara lingkungan hidup dengan baik.
3/. Bertata krama dan berbudaya serat berperilaku dengan adil, benar & baik.
4/. Beragama dengan baik.
5/. Ada bukti kebaikan lain nya yg menonjol yg pernah di sumbangakan kpd masyarakat
banyak di sekitarnya.
6/. Rajin beramal & beribadah.
Kalau tidak memiliki kriteria NAMA BAIK spt diatas, lalu apanya
yang akan TERCEMAR ?
217.
# emputon 06 Jun 2009 at 04:05

Sabar ya bu, kami mendukung ibu semoga dengan ini dapat menjadi hikmat untuk pelayanan semua RUMAH SAKIT baik negeri ataupun swasta bagi pasiennya (amin)
218.
# jonyon 06 Jun 2009 at 05:10

sudah keluar uang, penyakit nggak sembuh, di penjara lagi.

apakah ini termaksud malpraktek?
219.
# Cindeon 06 Jun 2009 at 06:25

Berati RS Omni Internasional ini belum ikut ISO ya… kalau udah ISO akan tahu bagaimana pelayanan terhadap komplain costumer…

Harusnya nama RS Omni Internasional diganti deh…
220.
# mamaon 06 Jun 2009 at 06:27

‘bunuh diri sosial’, wah, tidak ada kata yg lebih tepat untuk menggambarkan kasus ini. gua gak kenal prita, ketemu juga gak pernah, tapi saat ini internet gw selalu on utk cari tahu perkembangan terbaru.
yg gua bingung, banyak perusahaan besar, kayak teh botol sosro, bca, kalbe, yang diguncang isu via internet/email, cuma mereka dengan caranya yg elegan, membatah melalui media yang sama. Dan hasilnya ? dalam 1-2 minggu, isu tsb padam.
Lha, yang ini bukan isu, emang kejadian beneran, dan dalam hal ini punca dari masalah adalah arogansi omni (baca : anjing) yang gak mau ngaku salah periksa pasien. organisasi besar yang pantang mengucapkan maaf, dan akhirnya memutuskan utk mengambil langkah yg menurutnya paling strategik, yaitu menuntut pasiennya.
hebat, dalam itungan hari, reputasi internasional yg sudah dibangun bertahun2 rontok.
jadi, kita ucapkan selamat tinggal utk omni, yg akan selama bertahun2 dikenang sebagai organisasi yg dzolim, tidak bermoral, dan arogan
221.
# Govermnet Suckson 06 Jun 2009 at 06:56

[quote]Original posted by crocon 04 Jun 2009 at 13:53

Omni goblok dan tolol

polisi = ????[/quote]

Polisinya Preman pasar yang nunggu setoran…

Polisi indonesia gituloh …

Gw cinta indonesia tapi tidak pemerintahannya …

Korup smua … Sucks
222.
# sopianon 06 Jun 2009 at 07:25

jgn brobat ke R.S dh,tkng tipu semua,mnta rekam medis pnykt sndri aj ga di ksh,alasan kode etik lah,ini lah,itu lah,semua nyari duit semua,itu ibu prita yg lmyan ada,yg orang mskin aj di biarin smpe mati,mending ikhtiar sma ALLAH.S.W.T,Semoga Semua R.S,di buka pintu hati nya,saya berdoa&dukung bwt bu prita
223.
# masdamon 06 Jun 2009 at 08:04

aku jg gak kenal ibu prita tp aku simpati bgt pada ibu prita
yg dimana ibu prita sdh diperkakukan sewenang wenang oleh RS Omni, RS kok bs sih melakukan tes lab. sampe bs salah gitu??!!..gmn nanti nasib n nyawa pasien??!!!.itu RS ngawurr!!!.
sebagai konsumen ibu prita pnya hak utk komplain atas pelayanan RS omni tp mengapa RS omni dgn arogannya menganggap itu sebuah pencemaran nama baik??!!..
saya dukung terus ibu prita,,tuntut balik RS OMni yg arogan!!
224.
# KLIK DISINIon 06 Jun 2009 at 08:12

jadi takut deh berobat kesana…
225.
# Andreon 06 Jun 2009 at 08:13

“OMNI Hospital” semacam Tempat berobat yang mengerikan…
226.
# thoriqon 06 Jun 2009 at 08:20

aku pernah ke dokter yang katanya specialis dan sangat profesional, saat itu aku sakit batuk, akibatnya didiagnosa sakit nggak tau apa lupa aku, dan akhirnya habis duit 1,5 jt, tapi sayangnya nggak sembuh, trus aku ke puskesmas, habis 3000 rupiah saja, dalam waktu 2 hari langsung sembuh dan obatnya cuma 2 jenis, aneh ya??
227.
# bkantoon 06 Jun 2009 at 08:24

supaya pemerintah menindaklanjuti izin OMNI,dengan menerima kritikan kita akan maju tapiOMNI merasa hebat mampuslah dia, itulah type rumah sakit yg tidak mampu melayani masyarakat yg pelayanannya bobrok sekali,mulai detik ini saya beserta seluruh keluarga dan rekan2 saya tidak mau berurusan ama RS OMNI masi banyak RS yg lebih bagus pelayanannya..ini pelajaran utk RS yg lainnya
228.
# pabloon 06 Jun 2009 at 08:24

menurutku rs omni harus minta maaf pd prita, gak perlu sampe seperti ini, tanpa ribut2 shg nama omni malah makin baik. toh ini memang untuk pelayanan. buat bu Prita yang sabar ya mengahadapi masalah ini…………
229.
# zoelon 06 Jun 2009 at 08:31

OMNI RS tai kucing..jelek..amburadol..serampangan..berantakan..nggk profesional..maunya duit2 mana tanggung jawabmu.. pelayannan macam apa ini..pemerintah..tolong tutup aja ini RS..tidak mendidik.orang dah sakit dibikin sakit lagi..buk prita mendingan kamu tuntut balik RS nya biar kapok..tq
230.
# Yogaon 06 Jun 2009 at 08:46

Mungkin bagi yang tinggal di daerah serpong dan sekitarnya pasta sudah banyak yang tahu gimana buruknya dan mahalnya layanan rs OMNI ini, anda bisa nilai sendiri jika pernah berobat kesana…mending seh ditutup aja sebelum banyak korban lain berjatuhan, atau gak usah berobat kesana kali biar bangkrut dengan sendirinya…gak ada ruginya kok.
231.
# irwanon 06 Jun 2009 at 08:51

lha temen pernah cabut gigi 1 aja biayanya 1,1 juta, gitu tau biayanya segitu mendingan balikin aja giginya pasang lagi,, sama -sama cabut di puskesmas pake dokter dah pengamanan cuman 20 rebon…., kalo pake dokter spesialis gigi diluar cuman 165 rebon, di omni??????luar biasa …..rumah sakit monster……
232.
# perempuanon 06 Jun 2009 at 08:55

absolutly brilian mind :D
233.
# rudion 06 Jun 2009 at 08:58

Berdasarkan hasil investigasi kejagung ternyata ada indikasi bahwa staff kejaksaan tangerang dapat fasilitas gratis dari omni???wah benar-2 negeri yang bobrok…
234.
# dosenon 06 Jun 2009 at 09:05

dokter sekarang hanya mengejar gelar dan uang.saat mahasiswa banyak sekali calon calon dokter yg ujian nya pada nyontek.jadi hasil nya seperti sekarang ini.label nya international pada dokter tidak profesional.mereka pada dokter hanya berlidung di bawah perusahaan rumah sakit besar agar kelihatan profesional tetapi secara individu sama sekali tidak capable alias payah..
image dokter sekarang harus kaya.dokter harus kaya jadi di mata mereka hanya target uang tapi kemampuan nya nol..
korban nya adalah pasien..kasihan niatan nya mau berobat gara gara dokter nya nggak profesional malah jadi pinyakit lain yg muncul dan pasien keluar uang,mengeluh malah di tutut dan di penjara.rumah sakit lebih pintar kerena mereka sudah meyiapkan pakar hukum untuk jaga jaga bila ada pasien yg nuntut.uang sudah di siap kan untuk pengacara,polisi sampai jaksa.inti nya dalam bisbis rumah sakit di benak mereka untung untung dan menang.

kebohongan kalau di tutupi akan terbongkar juga,
235.
# orang kerdilon 06 Jun 2009 at 09:13

semoga RS Omni bangkrut karena dituntut balik oleh Ibu Prita dan Pengacara dkk…
236.
# dokter jujuron 06 Jun 2009 at 09:16

rumah sakit neoliberialisme di indonesia..yaitu omni..
masih masih omni omni lain yg dasar nya neoliberialisme tapi bertameng ekonomi kerakyatan.

omni adalah rumah sakit bisnis.mereka harus untung besar dan melibas bila ada musuh di depan.bila musuh menyerang sudah di siap dana perang dan pasukan nya yaitu pengacara,jaksa dan polisi.

rumah sakit dg biaya sekecil kecil nya tapi untung sebesar besar nya,rumah sakit jadi ajang bisnis dan tempat orang jadi orang kaya,korban nya adalah nyawa pasien.
237.
# Andi Lianion 06 Jun 2009 at 09:16

Koran Tempo hari ini (6 Juni 2009) : RS OMNI bukan rumah sakit internasional.
Hanya namanya saja yg “Internasional”.

Makin nyata niat buruknya.

OMNI = Only Money. No Interest
238.
# Dokteron 06 Jun 2009 at 09:17

Ibu Prita, Tuhan beserta mu..

Rs Omni Int , setan beserta mu..
Malu-maluin dunia kedokteran ja.. gak profesional.. gak beretika.. Go to hell…
Jaksa yang invistigasi dan yang nuntut tu di penjara ja… malu2in dunia jaksa ja.. setan kalian semua. ditunggu tu ma malaikat pencabut nyawa..
239.
# wildanon 06 Jun 2009 at 09:28

Sudah di boikot saja OMNI.. Nanti masuk OMNI selanjutnya masuk Penjara
240.
# Ommni International Serpongon 06 Jun 2009 at 09:29

Kepada sodara sodara,

Kenapa sih kalian pada protest ke kami. Sebagai negara hukun, kami kan cuma mengadukan permasalah kami ke polisi, masalah ditahan di penjara, itu kan urusan polisi dan jaksa. Protes ke mereka, saya kan sudah bayar banyak ke mereka. Biaya yg dibayar itu sudah termasuk resiko di marahi atasan, dimaki maki orang banyak dan sebagainya…

Gitu aja kok repot…
241.
# djawaon 06 Jun 2009 at 09:36

saya dengar omni dah dua kali memperkarakan pasiennya. kl g salah tahun 2007 omni memperkarakan seorang pasien yang tunggakannya lebih dari 500 juta, bukannya pasien tidak mau bayar tetapi rekam medisnya tidak ada. dan akhirnya pasien tersebut menuntut balik omni 5 Milyar.
242.
# wong ndesoon 06 Jun 2009 at 09:36

lha kuwi jawaban nya orang orang omni yaitu orang orang neoliberalisme.saya memang wong bodoh dan nggak punya.tapi lama lama kalau di peras harta dan nyawa saudara kami.nanti akan terjadi kasus 1998 kedua, obong obong punya nya neoliberalisme
243.
# buruh migranon 06 Jun 2009 at 09:37

Emang udah keterlaluan tingkah rumah sakit dan dokter2 di indonesia. Saya bisa merasakan sendiri bedanya dengan di LN. kebetulan saya kerja di rumah sakit luar (TKI gitu lo). Waktu plg cuti tetangga saya di kampung di vonis dokter kangker otak. Abislah uang harta benda untuk berobat. karena orang kampung, kurang pendidikan, jg miskin, larinya ya ke tabib atau dukun. Krn kasihan saya belikan obat di apotik yg harganya tidak lebih dr 50rb. karena perkiraan saya sakit gigi bagian atas yg lebih dr 3 gigi, eh sembuh sehat sampe sekarang. Saya berdoa semoga sistem kesehatan di indonesia suatu saat nanti seperti di negara tempat saya kerja, pelayanan pada pasien bagus, dokter dan perawat standby 24 jam, dan yg penting gratis lagi…. hingga gak ada lagi korban seperti bu prita atau tetangga saya yg miskin itu. (sorry ya gak nyambung hehe)
244.
# MANAGEMENT OMNIon 06 Jun 2009 at 09:49

Kepada semua masyarakat Endonesia setanah air, saya atas nama Management OMNI memohon maaf atas kejadian ini. Terus terang saya sudah bayar mahal untuk nyogok Jaksa dan Mafia Mafia Peradilan buat menjarain Prita jadi kalo mau menghujat silahkan hujat aja ke orang orang yang sudah terima duit dari saya. Siapa suruh mereka mau terima……
Untuk selanjutnya sama mau menutup rumah sakit OMNI yang saya kelola karena saya sudah terlanjur malu dengan masyarakat Endonesia. dan akhirnya kita semua mau bunuh diri masal, tinggal minta suntik mati aja sama dokter2 saya, karena mereka memang ahlinya bikin orang mati……. yah kalo berobat 40% sembuh dan 60% mati lah…
245.
# MANAGEMENT OMNIon 06 Jun 2009 at 09:51

MAMMMPUSSS LUH DOKTER GRACE DAN KAWAN2…..!!! GUE MAH OGAH DIPERIKSA ELO… GUA CATAT NAMA ELO DAN KETURUNAN ELO…. SEBAGAI DOKTER SETANnnn…

Eh maaf gue jangan dipenjara ya
246.
# mikeon 06 Jun 2009 at 10:01

Aparat penegak hukumnya aja yg goblok, pembuat hukumnya juga goblok, ga belajar filsafat dulu sebelum membentuk hukum.
Aparat di Indonesia menegakkan hukum sesuai dengan unsur-unsur di dalam pasal-pasal, kalo unsur tsb terpenuhi, langsung jeblos ke penjara. Kalo begitu ya kasih aja buku undang-undang ke orang yg ga kuliah hukum, ngapain capek2 ambil sarjana hukum atau master hukum, kalo pasal di langgar …vonis…! gampang khan..?

Aparat hukum kita malas, ga mau tahu, korup, gelarnya diperoleh karena menghafal mati-matian buku-buku hukum. Ga tau mereka bahwa untuk membentuk dan menegakkan hukum dibutuhkan filsafat yg mendalam, pengetahuan sosiologi, iptek, sejarah, pengertian & wawasan yg luas.

Hendarman Supandi itu adalah seekor tikus yg memimpin segerombolan kucing garong di kejaksaan, habis dia ditipu & dikerjai kucing2 garong, untuk menertibkan gerombolan kucing garong, seharusnya dipakai Jaksa Agung bulldog.
247.
# NODAMEon 06 Jun 2009 at 10:12

IKH KLW JADI TATUT NEH KOMEN YG MACEM-MACEM. NTAR DIPENJARA GY
248.
# Riskion 06 Jun 2009 at 10:12

Semoga kejadian ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua bidang jasa di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, dan lebih respect terhadap customer/masyarakat
249.
# adoton 06 Jun 2009 at 10:14

setuju banget dengan komentar semuanya…yg disesalkan mengapa ada UU ITE, seakan membatasi orang untuk berpendapat saja…padahal sekarang sdh jamannya bebas berpendapat, klo memang harus ada harusnya masukkan di pelajaran sekolah sebelum orang menyentuh yg namanya teknologi Informasi khususnya email…lama2 orang indonesia jadi gaptek semua..karena dibatasi dengan UU ITE..

RS Omni, bukannya pasien yang membayar anda..kok pasien digitukan heheh…harusnya bu prita tuntut balik tuh rumah sakit sdh memenjarakan anda….RS Omni gak mikir klo hal ini akan membuat pelanggannya akan lari…trus dokter2nya mau kemana…

Gak akan diterima di rumah sakit lain..heheh
250.
# abbyon 06 Jun 2009 at 10:15

seharusnya OMNI lebih bijak karena bergerak dibidang pelayanan…dengan tidak menuntut balik, dan seharusnya jaksa lebih arief dan memakai hati nurani…dengan melihat kasus secara hati – hati….bila hati kian bersih berfikirpun slalu jernih…jiayo jiayo jiayo ibu prita
251.
# Djoko Iswadion 06 Jun 2009 at 10:19

Sebenarnya Direktur RS,sebaiknya adalah Ekonom (yg sdh lulus
training ESQ),tidak perlu seorang dokter. Dokter bekerja saja se
suai bidangnya,tak usah memikirkan management.Saya melihat
konsultan hukum RS OMNI,masih memakai paradigma lama,yaitu
berorientasi pd kekuatan/kekuasaan.Harusnya mempertimbang kan juga keadilan dan kebenaran medis.Bukankah para dokter-2
/tenaga medis lainnya di OMNI masih banyak yg kualitas nya bagus,apakah mereka harus juga jadi korban karena kekeliruan
satu dua orang tenaga medisnya? kan tidak adil juga kan? Keluarga besar saya,juga ada beberapa jadi dokter.Tapi klg saya pernah juga jadi korban dari sebuah rumah sakit,tapi kita
tdk mau ribut,harus diakui RS yg terlalu komersial memang ada.
Ibu Menteri,mohon diketahui dan ditindak lanjuti dg adil.
Wass,Djoko Iswadi .
252.
# Indra Satriaon 06 Jun 2009 at 10:29

Cilaka….cilaka….apa yang di lakukan oleh RS OMNI adalah Blunder yang parah…ini akan jadi boomerang buat ente sekalian …ibarat fenomena gunung es..mungkn anda berjaya bisa memperkarakan pasien anda dengan sewa pengacara dan misalkan menang….tapi itu cuma view sebatas permukaan yang kecil aja…tapi yang di bawah laut ( efeknya ) sangat besar dan luas
1. Masarakat sudah ga percaya sama RS OMNI…mereka mikir apa yang di terima dan terjadi sama bu Prita bisa aja terjadi pada diri mereka, dan kalo semua masarakat sudah ga percaya…ga bakal ada yang berkunjung dan berobat di RS anda…
2.hasilnya anda akan bisa itung berapa kerugian yang anda terima dari semua ini, anda bankrut, karyawan anda di PHK, manajemen di rombak total….pemegang saham rugi….Image anda sudah hancur……ck…ck…ck ga ke bayang……
253.
# pakar psikologion 06 Jun 2009 at 10:34

rumah sakit yg baik bila ada pasien yg mengeluh di dengar kan keluhan nya.kerena kita akan profesional bila kita mau di koreksi orang lain dan di jadikan pelajaran buat diri kita agar lebih maju.yg kedua kita juga punya hak jawab,
apa yg di keluh kan pasien kita jawab secara profesional dan memberitahuakan secara lurus kepada masyarakat.
kemudian apa yg di keluh kan pasien kita perbaiki bila perlu kita panggil kembali secara baik baik dan kita gratis buat dia,karena koreksi dia membuat kita maju.dan membuat usaha kita hidup berkepanjangan.
sangat arogan sekali dan seperti hukum rimba bila ada orang yg koreksi kita terus orang tersebut kita penjarakan,apabila kita orang international yg demokrasi dan terpelajar saya yakin tidak akan melakukan itu.
254.
# Sobirin Mohammadon 06 Jun 2009 at 10:41

Mudah-mudahan ini adalah pelajaran bagi kita semua. Bijak dalam bersikap, jangan sampai kita mendzalimi. Lebih baik masing-masing pihka ishlah. Penyesalan kemudian tidak akan mengubah segalanya, kehormatan, harta, pangkat & jabatan tidak akan di bawa mati. Tapi nilai2 kebaikan/amal shaleh akan mengantar kita kepada KHUSNUL KHOTIMAH.
255.
# Pasien Teraniayaon 06 Jun 2009 at 10:43

Analisis yang sangat bagus, saya juga mengalami hal yang sama pada RS lain. Ada 3 hal penting yang perlu blogger perhatikan :
1. Sama-sama memboikot RS OMNI, setidaknya pembaca jangan pernah berobat kesana
2. Menuntut pembebasan Buk PRITA
3. Para pengacara kita bersatu untuk menuntut balik RS OMNI, Jaksa dan Polisi. Karena telah memenjarakan buk Prita. Jangan tanggung-tangung, tuntut saja 100 M atau 1 T.

Mari sama-sama kita saksikan Kuburan terbesar, yaitu Kuburan RS OMNI.

Salam Perjuangan
256.
# Re : Pasien Teraniayaon 06 Jun 2009 at 10:47

Setuju, Kita Tuntut saja RS OMNI, biar bangkrut dia.
257.
# androidon 06 Jun 2009 at 10:53

Buat “karyawan omni” kelaitannya komentar anda tata bahasanya hasil konsultasi somebody ya??? konsultanya pengacara atau manajemen “omni”???

To be frank memang kasian karyawan yang nggak tau apa2 kalo OMNI bangkrut, tapi ya ini memang pelajaran moral bagi rakyat Indonesia yg jaman dulu katanya terkenal ramah dan toleran
258.
# Calon Dokteron 06 Jun 2009 at 11:00

Saya memprihatinkan kualitas dokter kita sekarang.
Ini akibat dari program instant menjadi Dokter. Sejak ada program “non reguler, jalur khusus, kelas khusus” atau apalah namanya untuk masuk Fakultas Kedokteran, kualitas dokter yang dihasilkan menjadi sangat menurun, terutama moralnya.

Setelah menjadi dokter target pertama meraka adalah mengembalikan uang masuk awal yang jumlahnya sampai ratusan jutaan.

A’uzubillah minzalik
259.
# egoon 06 Jun 2009 at 11:12

suatu analisa yg bagus dan masuk akal. dalam benakku jika nanti pengadilan memutuskan pritatidak bersalah bisakah nanti prita nuntut balik karena telah kehilangan kebebasannya selama dalam bui dan telah kehilangan haknya tidak berkumpul dengan anak2nya
260.
# lulusan sdon 06 Jun 2009 at 11:30

saya kecewa pernyataan menteri kesehatan… katanya preman di balas preman artinya tindakan bu prita preman terus di balas omni dg preman juga…
sangat tidak setuju sekali apa yg di lakukan bu prita adalah preman..dia seorang pasien yg mengeluh kan pelayanan,dan keluhan tidak di tanggapi rumah sakit omni,terus dia keluhkan ke teman dkt nya lewat email apakah tindakan itu di sebut preman..
sebenarnya bu menteri ini membela siapa..wong cilik apa penguasa..
sebagai menteri yg membela harkat dan martabat wong ciik harus segera menegur secara tegas tindakan omni..karena pemerintah berdiri di atas kaki wong cilik.
seandainya menteri kesehatan di pilih secara demokrasi saya yakin bu menteri akan di jauhi rakyat.
261.
# @deeon 06 Jun 2009 at 11:43

Setuju dengan ulasan anda,

Tapi mengakibatkan RS Omni Tutup atau Kehilangan Pasien?,

Sementara mungkin iya, tapi satu-dua bulan kedepan?

Ingat, memory orang Indonesia itu pendek, sebentar juga lupa, apalagi jika ada kasus menghebohkan lain yang muncul…

Ayo Ibu Prita atau siapapun yang tengah mengalami problem yang sejenis dengan Ibu Prita, mumpung momentumnya masih hangat, segeralah selesaikan…
262.
# jaluon 06 Jun 2009 at 11:43

RS . internasional kok kalah pelayanannya sama puskesmas
263.
# ucie06on 06 Jun 2009 at 11:55

Good posting,
Seandainya, RS OMni punya analisa seperti ini pasti dari kedua belah pihak ( Ibu Prita & Pihak RS ) tidak ada yang dirugikan..
264.
# amsorion 06 Jun 2009 at 12:13

Good analized..!!
Buat Forum Komunikasi bagi yang pernah mengalami hal yang serupa dengan Ibu Prita di RS OMNI INTL. dan susun “CLASH ACTION” ke RS OMNI INTL. Agar Ibu Prita dan yang lainnya mendapat Ganti Rugi yang layak dari RS. OMNI INTL.
265.
# basariaon 06 Jun 2009 at 12:36

Wahai para Jaksa yg senang menyalahgunakan wewenang bersiaplah ..anda serta anak cucu anda akan menanggung akibatnya…jelas2 oknum jaksa yng terlibat narkoba malah dibebaskan.. tantantangan buat calon presiden mendatang bersihkan indonesia dr jaksa korup
266.
# esteteon 06 Jun 2009 at 12:39

Mungkin maksud awal Omni hanya utk menakuti-nakuti pasien yng klaim dng gertakan akan dituntut,agar lain kali gak ada yng berani klaim lagi. Lha RS-nya lapor ke polisi. Polisi tahu siapa Omni, ya ditindak lanjuti sembari membayangkan guntingan kertas warna merah bertebaran banyak. Laporan cepat ditindak lanjtui,entah apa isinya, nanti kalau kurang (tdk P21) kan bisa digarap lagi. Lha kejaksaannya juga sama. Jurus yng dipakai sdh umum “kau nanti aku bui”, dng harapan ada duit dr bu Prita keluar. Eh ternyata gak keluar, ya terpaksa dipenjara. Ini yng diluar perkiraan orang kejaksaan dan kepolosian, begitu dipenjara semua orang bereaksi negatif. Baru mereka kelabakan.
Kita semua melihat di TV bhw aparat kepolisan, kejaksaan negri dan tinggi, saling lempar tanggung jawab. Kita lihat polisi mengatakan salahnya di kejaksaan, kita lihat pak Kajari mengatakan bukan salahku, saya disuruh Kajati, jaksa punya wewenang nahan dng tanpa alasan (tanpa mimik salah atau se-olah2 dia yng paling benar). Ini menggambarkan bhw tiga instansi tsb tahu apa yng dibelakang kasus ini. Saya pribadi menduga (sekali lagi menduga) bhw dibelakang kasus ini adalah ada duit yng beredar dikalangan aparat (–mohon maaf hal ini).
Dr kasus ini pelajaran yng dpt dipetik oleh kita semua : lembaga pelayanan hrs memberikan pelyanan yng baik, tdk sekedar mencari duit; aparat penegak hukum hrs bekerja dng dasar “demi Allah”, shg tdk mungkin berbuat dng dasar bukan keadilan, tentu termasuk takut bhw nanti akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah di akhirat.
Ajakan rekan2 utk patungan bila benar bu Prita disuruh ganti rugi, saya kira sesuatu yng baik.
Salam
267.
# Mbah Dukunon 06 Jun 2009 at 13:42

Menurut penerawangan ke depan, jangan harap RS OMNI INTERNATIONAL menang secara psikologis walaupun berhasil memenjarakan Ibu Prita, karena secara masyarakat luas udah ogah menginjak RS tsb. Udah buang duit, gak sembuh, keluar dari sana langsung masuk penjara. Siapa yg berminat ? Hayo daftar sama Mbah Dukun sekarang…..
268.
# aya aya wae'on 06 Jun 2009 at 14:12

buat RS OMNI = anda MENABUR ANGIN and MENUAI BADAI . . . .
269.
# Lawyer Serakah & RS Aroganon 06 Jun 2009 at 14:20

Ini hasil koloborasi antara Lawyer yg serakah dan RS yg arogan, dan membuahkan hasil seperti ini. Lawyer tamak selalu akan mendorong RS arogan untuk menuntut dan menggugat pihak manapun dengan alasan melindungi “nama baik”. Padahal Lawyer amatir yg tidak bermoral akan sangat berhaya karena advise hukumnya pasti menyesatkan dan bisa menjadi bumerang ke kliennya sendiri. Pada saat kliennya mengalami kerugian sangat besar, sangat bisa dipastikan si lawyer tsb tetap bisa tidur nyenyak dan berharap lain waktu mendapat klien-klien arogan yg lain. Hal ini tidak akan disadari oleh RS tsb karena NURANI nya telah tertutup oleh arogansinya sendiri (RS Omni sebelumnya pernah menggugat pasiennya yg tidak sanggup melunasi biaya perawatan – berita Koran Tempo 6 juni 2009). Jadi berhati-hatilah memilih lawyer apabila kita mengalami masalah hukum dan memilih RS ketika kita sakit, karena jika salah pilih maka siap-siaplah menjadi pesakitan.
270.
# dezz homsxon 06 Jun 2009 at 14:33

mana sumpah jaksa dan sumpah dokter
271.
# Bangkruton 06 Jun 2009 at 14:52

Sudah banyak contoh Institusi Pelayanan Publikyang bangkrut gara2 melakukan “bunuh diri sosial” spt RS OMNI
272.
# dede rohidinon 06 Jun 2009 at 14:55

sabar ya bu Prita degan ini allah menunjukan kebenaran.. jangan takut…, kebenaran menghilangkan segala ketakutan….. maju truss dukungan akan trus bertambah buat bu prita sekeluarga…
273.
# aBanKon 06 Jun 2009 at 15:12

Asik neeh pada nyumpah-nyumpahin…
Kyknya seru…
Mw ikutan seeh…
Tp takut dosa ama penjara…

Tp bagi yang seneng hujat-hujatan & nambah2 dosa ya monggo…

“LANJUTKAN”…!!!
274.
# Bang Besaron 06 Jun 2009 at 15:30

Saya baru saja mengikuti kasus ini.

Ibu Prita telah dimuat fotonya, supaya seimbang harus diungkap juga data dan pribadi “dokter horor” dalam kasus ini.

Untuk itu saya menuntut di muat fotonya “dokter Horror”, yaitu dokter Grace dan dokter Herman, yang sudah berani menuntut pasien. Biar masyarakat tahu bagaimna rupa dokter f\horo yang telah memenjarakan pasien.

Saya rasa menjadi dokter terikat sumpah. Tetapi sumpah telah menjadi sampah, dan dokter ini terseret oleh kepentingan modal.

Mohon bantuan teman-teman untk memprint semua ulasan yang ada disini, dicetak dan disampaikan tertulis kepada semua RUMAH SAKIT di Indonesia. Agar mereka juga belajar dari kasus ini.

Mohon bantuan para penulis, untuk mengumpulkan semua komentar kita, dan menjadikan ini sebagai buku pelajaran semua CALON DOKTER di Indonesia, di semua Fakultas Kedokteran di Indonesia.

Terima kasih.
275.
# Rosadion 06 Jun 2009 at 15:30

Dari dulu udah dibilangin kalau UU ITE itu parah, contentnya apalagi sosialisasinya. Tapi tetap aja “diresmikan”. Beginilah kalau negara gak mau dengar komunitas yang ternyata lebih ngerti masalah.
Kalau udah ada kasus kayak Prita gini, baru aja melek.

Satu hal lagi, dokter di Indonesia kayaknya “kebal” ama yang namanya tuntutan, apalagi cuma “sekedar” keluhan. Semoga pemerintah dan IDI bisa perbaiki semuanya, walaupun saya pesimis itu bisa dilakukan.

Juni 6, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

detikcom : Ancam Somasi Manohara, Da\’i Bachtiar Dikecam

title : Ancam Somasi Manohara, Da\’i Bachtiar Dikecam
summary : Tugas KBRI seharusnya melindungi dan melayani WNI yang ada di luar negeri. Sikap Duta Besar Indonesia di Malaysia Da\’i Bachtiar yang mengancam akan mensomasi Manohara Odelia Pinot pun dikecam.

Juni 6, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dicari! Inovator Muda yang Siap Jadi Milyuner

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Mencari Ide Baru Di Depan Komputer

Mencari Ide Baru Di Depan Komputer


Purwakarta – Mark Zuckerberg mungkin tak pernah menyangka bisa menjadi milyuner saat usianya masih sangat muda (23), jika saja Facebook, hasil inovasinya, tak benar-benar diseriusi dan dipersiapkan dengan perencanaan bisnis yang matang.

Facebook dan Youtube adalah beberapa situs jejaring yang kini digemari jutaan orang di seantero dunia. Ketiga produk ini merupakan hasil kreasi dan inovasi kaum muda yang brilian.

Namun, ide dan inovasi mereka yang mulanya cuma sebatas konsep itu tak akan pernah jadi ladang uang jika tak benar-benar digarap serius.

“Yang ada cuma berakhir jadi paper penelitian belaka di perpustakaan,” kata Guru Besar ITB, Profesor Suhono Supangkat, dalam peluncuran Indosat Wireless Inovation Contest (IWIC) 2009, di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (4/6/2009).

Nah, hal-hal seperti itu yang kerap terjadi di Indonesia. Hasil inovasi dan pemikiran anak bangsa hampir tak pernah jadi produk massal yang dinikmati banyak orang. Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam mengakui hal itu.

“Kita belum lihat hasil inovasi dari IWIC yang jadi bisnis mass market. Seperti Youtube atau Facebook yang kemudian inovatornya menjadi milyarder muda,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Oleh sebab itu, lanjut Johnny, belajar dari penyelenggaran IWIC sebelumnya, kontes pencarian inovasi teknologi berbasis layanan nirkabel yang memasuki tahun kiprahnya yang keempat ini akan dilengkapi dengan pembinaan mengenai lingkungan bisnis.

Pemenang IWIC periode keempat ini akan digodok dalam inkubator bisnis milik ITB, sehingga produknya tak hanya jadi inovasi keren-kerenan saja, namun juga bisa dinikmati banyak orang. Dan tentunya juga menghasilkan banyak uang bagi penemunya.

Upaya semacam ini didukung oleh pemerintah. Ditjen Postel Depkominfo dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Kementerian Ristek juga ingin para inovator muda itu nantinya bisa mengangkat nama Indonesia di kancah dunia.

Dalam ajang pencarian inovator baru kali ini, Indosat membagi dalam dua katagori, yakni Mobile Wireless Application (MWA) dan Research and Development in Wireless Technology. MWA ditujukan untuk perorangan atau individu, mahasiswa dan masyarakat umum dengan beberapa sub katagori seperti Business and Commerce, Social Networking, serta Learning and Education.

Indosat sendiri selain menggandeng inkubator bisnis ITB juga bekerjasama dengan PT Agranet Multicitra Siberkom (detikcom) untuk sosialiasi program IWIC ini. Mudah-mudahan saja ke depannya, para inovator muda Indonesia sudah siap mengikuti jejak Zuckerberg menjadi milyuner muda berikutnya.

Andakah orangnya؟ ( rou / faw )

Juni 4, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kota Bogor Riwayatmu Doeloe Sekarang Ultah Ke-527

Kedua ”Kepala” tersebut adalah Ir. Thomas Herman Karsten dan arsitek Friedrich Silaban. Karsten adalah sarjana teknik arsitektur lulusan Technische Hogeschool Delft, Negeri Kincir Angin Belanda. Yang satu lagi, Silaban, nama lengkapnya Friedrich Silaban Ompu ni Maya, arsitek legendaris kelahiran Bonandolok, Tapanuli Sumatera Utara. Ia bukanlah sarjana arsitektur dan tak pernah kuliah di Fakultas Teknik ITB. Namun ia pernah menjadi dosen mata kuliah Merencana dan Sejarah Arsitektur Barat Modern di ITB.

Tentang karyanya, putera Batak ini tak perlu diragukan lagi. Tengoklah Masjid Istiqlal, yakni sebuah masjid yang monomental dengan skala gigantik (raksasa-red), gedung Bank Indonesia, desain Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.

Apakah arsitek yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di Bogor itu memiliki karya juga di Bogor? Untuk hal ini tak perlu diragukan lagi. Silaban mengawali karier sebagai Bouwkundige Tekenar Stadsgemente di Jakarta (Mei 1931 sampai tahun 1937). Kemudian mendapat tugas ke Pontianak sebagai Geniechef (1937-1939). Tak hanya itu, Silaban adalah ”Mahasuhu” untuk urusan ke PU-an di Kota Bogor. Sebab, dari tahun 1939 sampai dengan 1942, ia menjabat Opzichter-Tekenar Stadsgemeente, dilanjutkan 1942-1965 menjabat sebagai Direktur dan Kepala PU Kotamadya Bogor.

Dengan demikian, sang arsitek telah berkiprah dan mengurus pekerjaan umum di Kota Bogor sejak tahun 1931 hingga 1965. Artinya, selama 34 tahun ia bekerja di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kotamadya Bogor. Karsten dan Silaban telah menyumbangkan fikiran dan karyanya bagi perkembangan Kota Bogor berupa penataan ruang kota yang bernuansa taman dengan bangunan-bangunan yang bercirikan modern tropis.

Secara kebetulan kedua arsitek tersebut adalah penganut konsep ”Organic Architecture” dan ”Modern Architecture”. Adalah mazhab dalam dunia arsitektur yang dipelopori oleh arsitek-arsitek Fank Lloyd Wright, Le Corbusier, Ludwig Mies van der Rohe dan Walter Gropius.

Melalui tangan Karsten yang cintanya kepada Indonesia terlihat pada karyanya yang senantiasa berusaha adaptif dengan lingkungan, iklim dan budaya kita. Sedangkan dalam hal menata kota, ia betul – betul seorang ”artis” sehingga penataannya menjadi sebuah kota yang benar-benar artistik. Hingga kini karya Karsten masih tampak jejak-jejaknya di beberapa kawasan pemukiman di Kota Bogor seperti di sekitar Sempur dan Babakan, kawasan taman Riau (Jl Bangka dan Belitung di Kelurahan Baranangsiang) serta Kota Paris (di Kelurahan Kebon Kelapa). Sebuah lingkungan kota taman yang teramat cantik dimana arah pandang ke arah Gunung Salak senantiasa dihadirkan. Mohon perhatian bahwa kawasan-kawasan itu dirancang sekitar tahun 1920 menjelang perluasan wilayah Kota Buitenzorg tahun 1924. Menurut keputusan Gubernur Jenderal Van Nederland Indie Nomor 289 itu, luas Buitenzorg menjadi 2.156 hektar, setelah penambahan desa Bantarjati dan Desa Tegal Lega seluas 951 hektar.

Karya arsitektur Silaban sangat beraneka ragam, dari rumah tinggalnya yang asri dan tak berpagar di jalan Gedong Sawah, bangunan SD Panaragan, gedung Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) di Jalan Cibalagung, Gedung BPN di jalan A.Yani, rumah dinas Walikota sampai Gedung Herbarium Bogoriense dan gedung Kamuning Gading.

Sumbangan yang paling berharga bagi penataan kota Bogor, Silabanlah adalah arsitek yang sangat konsisten dengan konsep penataan letak bangunan. Karya yang dirancangnya tak pernah menyalahi aturan tata kota. Bagi Silaban bangunan bukan semata-mata benda mati namun ia merupakan unsur estetika kota. Bangunan itu berbicara, karena memiliki ruh. Bangunan itu adalah sumber kesejukan dan keteduhan lingkungan sebuah kota.

Menurut Silaban, arsitektur Indonesia yang sesuai dengan bumi Indonesia adalah arsitektur dengan bangunan yang memakai topi atau payung. Konsep ini diterjemahkan dalam bentuk ”cantilever” yang lebar, ”sunscreen” yang melindungi jendela atau selasar yang mengitari eksterior bangunan. Seandainya sebagian besar gedung-gedung di Kota Bogor mengikuti Silaban dapat dipastikan suhu Kota Bogor tak sepanas sekarang ini.

Kini, adakah arsitek dan planolog (ahli tata kota) yang peduli terhadap lingkungan yang telah dijejali atribut-atribut ”sampah kota,” seperti supermall hypermarket, trademall, plaza, dan square. Adakah arsitek dan planolog yang mampu menata kawasan Jembatan Merah ? yang apabila menjelang sore hari PKL menguasai setengah badan jalan. Drainase yang sering mampet, sehingga jalan Dewi Sartika dan jalan Nyi Raja Permas menjadi kali-kali kecil ketika hujan lebat, padahal hanya beberapa puluh meter dari lokasi itu terletak sungai Cipakancilan.

Adakah arsitek dan planolog di Kota Bogor yang mampu menyelaraskan nuansa keasrian Kebun Raya Bogor dengan lingkungan sekitarnya ? yang kini penuh sampah pasar, kesemrawutan lalulintas dan kerakusan PKL yang merambah ruang publik membuat hak pejalan kaki terabaikan. Padahal lebih dari seabad lalu, ketika Prof. Dr. Melchior Treub (1880-1905) Direktur mampu menciptakan Buitenzorg sebagai sebuah Kota yang ”Beriman” dan bukan sekedar slogan belaka…………”engga percaya tanya saja pada rumput yang bergoyang”.

Penulis : Rachmat Iskandar
Redaktur Khusus Bogor News

Istana Bogor

Istana Bogor

Juni 3, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Juni 3, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.